Ia menyebut bahwa angka inflasi yang lebih rendah dari inflasi nasional tersebut harus tetap diperhatikan oleh Pemerintah Provinsi Kepri.

Baca Juga: Sebagai Narasumber, Kasihumas Polres Bintan Berikan Sosialisasi Serta Tips Aman Cegah Kekerasan Terhadap Anak

Karena kontur geografis Kepri yang terdiri dari banyak pulau membuat akses ke sejumlah daerah menjadi sulit.

“Angka ini sudah bagus namun kita harus perhatikan juga akses ke beberapa daerah itu cukup sulit, sehingga jangan sampai kita terlena dan terus mengendalikan inflasi,” kata Tito.

Baca Juga: Rudi Margono Dan Tiga Orang Kajati Lainnya Masuk Nominasi Seleksi Kajati Berkualifikasi Pemantapan 2023

Berkaitan dengan postur APBD di Provinsi Kepri. Mendagri Tito Karnavian menjelaskan sebagian besar Kabupaten/Kota di Provinsi Kepri masih bergantung dengan transfer dana dari pemerintah pusat.

Hanya Pemerintah Kota Batam dan Pemerintah Provinsi Kepri yang memiliki kapasitas fiskal yang kuat, ditandai dengan jumlah porsi pendapatan asli daerah dan transfer dari pemerintah pusat yang hampir seimbang.

Baca Juga: Peringati HUT Perhubungan TNI AD, Letkol CHB Efori Berpesan Terus Berinovasi Jangan Diam Diri

Untuk itu Mendagri Tito Karnavian menyampaikan pesan agar pemerintah kabupaten dan kota di Provinsi Kepri lebih giat lagi melakukan terobosan untuk menyerap pendapatan asli daerah.

Tito juga menyebut bahwa investasi adalah kunci untuk mendongkrak PAD, sehingga ia berharap seluruh kepala daerah bisa mendukung investasi di Kepri.

Baca Juga: Jendral TNI Agus Subiyanto Jabat Panglima TNI Gantikan Laksamana TNI Yudo Margono Memasuki Purna Tugas