Area tersebut ditata dengan konsep yang lebih ramah anak dan dipastikan bebas dari asap rokok.

Upaya tersebut dilakukan agar anak-anak dapat menjalani proses kunjungan dengan nyaman tanpa merasa tertekan atau takut berada di lingkungan rutan.

Tak hanya fasilitas, mekanisme pendaftaran kunjungan juga dibuat sederhana. Keluarga atau wali yang mendampingi anak cukup menunjukkan Kartu Keluarga (KK) serta kartu pelajar anak kepada petugas di loket pendaftaran.

“Persyaratannya sangat sederhana, keluarga atau wali pendamping cukup menunjukkan Kartu Keluarga (KK) dan kartu pelajar dari anak yang ikut berkunjung kepada petugas di loket pendaftaran,” ujar Sumaryo.

Kebijakan tersebut mendapat sambutan positif dari warga binaan. Salah satunya Budi, yang mengaku mendapatkan semangat baru setelah dapat bertemu langsung dengan anaknya.

“Saya sangat berterima kasih kepada Pak Sumaryo dan seluruh petugas rutan yang sudah memfasilitasi kegiatan ini. Bertemu langsung dengan anak memberikan motivasi dan semangat baru bagi saya untuk terus memperbaiki diri selama berada di sini,” ungkap Budi.

Bagi para warga binaan, pertemuan tersebut bukan sekadar kunjungan biasa. Pelukan seorang anak, senyum keluarga, dan beberapa saat kebersamaan menjadi penguat untuk menjalani proses pembinaan sekaligus menumbuhkan harapan untuk memperbaiki diri.

Melalui layanan kunjungan khusus anak, Rutan Kelas I Jakarta Pusat berupaya memastikan bahwa proses pembinaan tetap berjalan beriringan dengan terjaganya hubungan keluarga.