Polisi menyebut hubungan antara keduanya sudah terjalin sekitar tiga bulan. Awalnya karena urusan pekerjaan, namun kini penyidik masih menelusuri kemungkinan lain yang lebih personal.

“Hubungan mereka belum lama. Ada indikasi kedekatan khusus, tapi kami masih mendalaminya,” ujar Kapolres.

Dari hasil penyelidikan, polisi memastikan tidak ada pelaku lain dalam kasus ini. Barang bukti yang diamankan antara lain pakaian korban, jaket pelaku, handphone, skuter listrik, dan sepeda motor milik korban.

Pelaku kini ditahan di Mapolres Anambas dan dijerat Pasal 338 jo 351 ayat (3) KUHP tentang pembunuhan. Ancaman hukuman yang menanti tidak main-main  minimal 15 tahun penjara hingga hukuman mati.

“Kami pastikan penyidikan terus berjalan sampai tuntas. Semua fakta akan dibuka di persidangan,” tegas Gusti.

Kasus ini menjadi pelajaran pahit bahwa amarah sesaat bisa menjerumuskan seseorang pada perbuatan yang tak bisa diulang satu janji kecil berakhir pada kehilangan nyawa.