Dari penuturan orang tua Akseyna Ahad Dori, mereka tak percaya jika anaknya tewas karena bunuh diri. Dari pengakuan orang tuanya, polisi kemudian semakin fokus dalam penyelidikan kasus ini.
Baca Juga: Jangan Asal Modifikasi Spakbor Karena Bisa Jadi Bahaya Bagi Pengendara Lain, Ini Alasannya
Polisi pun turut memeriksa kamar kos yang ditinggali Akseyna Ahad Dori selama ia berkuliah di UI. Di kamarnya ini, Polisi kemudian menemukan sebuah surat atau memo yang seperti bertuliskan sebuah pesan selamat tinggal.
“Will not return for eternity. Please don’t search for existence. My apologies for everything.” Dari tulisan memo ini, terdapat coretan di beberapa katanya. Seorang ahli analisis tulisan, Deborah Dewi, mengatakan jika surat ‘terakhir’ Akseyna Ahad Dori ini ditulis oleh dua orang yang berbeda.
Dirinya menjelaskan jika bagian pertama tulisan tersebut identik dengan tulisan Akseyna Ahad Dori. Namun di bagian kedua, terlihat jika surat itu sudah ditulis oleh orang lain.
Baca Juga: Tiga Pelaku Curanmor dilumpuhkan Timah Panas, Kapolresta Tanjungpinang Himbau Agar Selalu Waspada

