Kejanggalan tak berhenti sampai di situ saja. Jasad Akseyna Ahad Dori pun diautopsi untuk mencari keterangan lebih lanjut. Hasilnya, terdapat beberapa luka lebam di wajah Akseyna.
Lebih lanjut, paru-paru Akseyna Ahad Dori pun penuh dengan air. Hal ini bisa terjadi jika seseorang ditenggelamkan di air dalam kondisi masih hidup, sehingga ia berusaha untuk menghirup oksigen.
Kejanggalan selanjutnya yang ditemukan polisi adalah sepatu Akseyna Ahad Dori yang robek di bagian tumit. Hal ini memperkuat dugaan jika Akseyna dibunuh, dengan cara diseret terlebih dahulu sebelum ditenggelamkan di danau.
Karena kasus kematian Akseyna Ahad Dori sudah diubah menjadi kasus pembunuhan, polisi pun akhirnya menginvestigasi 15 orang saksi yang diduga kuat sebagai salah satu dari pembunuh Akseyna Ahad Dori. Namun dari 15 orang tersebut, semua memiliki alibi dan tak ada satupun yang terbukti sebagai pelaku.
Yang lebih anehnya, akun Twitter milik Akseyna Ahad Dori tiba-tiba aktif pada tanggal 14 November 2017. Sekitar pukul 03.04 dini hari, akun tersebut menulis sebuah cuitan “AKUU”. Cuitan tersebut lantas menggemparkan publik, terutama keluarga dan polisi. Tak ada yang tahu siapa yang kini mengendalikan akun milik Akseyna Ahad Dori tersebut.
Hingga 7 tahun berselang, berbagai usaha dan investigasi telah dilakukan, hingga diangkat sebagai topik pembahasan utama di berbagai stasiun televisi, kasus kematian Akseyna Ahad Dori masih belum menemui titik terang.

