HARIANMEMOKEPRI.COM — Mahfud MD yang merupakan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Republik Indonesia ikut angkat bicara mengenai saat hakim menjatuhkan vonis 1,5 tahun penjara untuk Richard Eliezer.
Richard Eliezer atau Bharada E divonis pidana penjara 1,5 tahun atas kasus pembunuhan berencana terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J hal itu membuat Mahfud MD merasa senang keputusan pengadilan.
Baca Juga: Walikota Batam Silaturahmi dengan Ikatan Pendeta Menetap Batam se Kota Tanjungpinang
Mahfud MD memuji hakim yang bersikap objektif salama persidangan sebagaima dikutip harianmemekepri.com di kanal Youtube Kemenko Polhukam pada 21 Februari 2023.
Mahfud MD juga menilai konstuksi putusan hakim terhadap Richard Eliezer logis dan progresif.
Baca Juga: PT Mitracomm Ekasarana Buka Lowongan Kerja Terbuka Untuk Fresh Graduate, Cek Persyaratannya Disini
“Saya melihat hakim punya keberanian, hakim itu objektif membaca selurug fakta persidangan dan dibacakan semua dengan lugas” ujarnya
Hakim sidang Richard Eliezer menurut Mahfud MD tidak terpengaruh dengan berbagai tekanan.
Baca Juga: Yayasan Khalifatullah Fil Ardhi Buka Lowongan Kerja di Batam, Segera Daftarkan Dirimu
“Saya melihat para hakim ini adalah hakim-hakim yang bagus di antara banyak hakim yang bagus, dan kasus ini pasti banyak tekanan tapi tetap menjalankan tugasnya dengan baik ” tuturnya
Suara masyarakat dibacakan dan didengarkan oleh hakim menurut Mahfud MD itu merupakan tindakan yang bagus dan tetap tidak berpengaruh akan publik opini tersebut.
“Semua yang mendukung Richard Eliezer, yang memojokkan Eliezer, semua dibaca, suara-suara masyarakat didengarkan” ucapnya.
Rasa syukur juga diucapkan Mahfud MD atas putusan tersebut karena keberanian Richarad Eliezer untuk mengungkapkan kebenaran atas kasus ini ke pihak kepolisian itu harus di apresiasi.
Baca Juga: Penampungan Barang Bekas Ludes Terbakar dan Alami Kerugian Ratusan Juta Rupiah, Ini Kata Polisi
Hukuman 1,5 tahun dirasa cukup adil kepada Richard Eliezer menurut Mahfud MD karena apa yang dilakukan Richard Eliezer untuk mengungkapkan kebenaran itu penuh dengan resiko tinggi.***

