HARIANMEMOKERI.COM — Broken Home sering kali menjadi istilah yang sering muncul di sosial media akhir-akhir ini. Penggunaanya istilah Broken Home ini merujuk pada masalah-masalah yang sering terjadi di dalam internal keluarga.

Oleh karena itu sering kali timbul pertanyaan apa yang sebenarnya dibutuhkan anak Broken Home.

Setiap anak pasti ingin terlahir dan tumbuh di lingkungan keluarga yang utuh dan rukun, namun ada kalanya keadaan tidak bisa ditebak dan dipaksakan, kerukunan keluarga retak dan berujung pada perceraian.  

Baca Juga: Apakah Anda Ingin Jadi Moderator Seminar Sukses, Wajib Tau 5 Langkah Ini

“menganalisa Broken Home is not broken kids, menurut psikolog Roslina Verauli” yang diunggah pada 7 Desember 3 tahun lalu. Sebagaimana dikutip harianmemokepri.com dari video yang diunggah kanal youtube Analisa channel pada 7 Februari 2023.

Ia mengatakan bahwa jika pernikahan harus berujung berceraian dan memang sudah tidak ada jalan lain selain perceraian.

Tentu orang tua harus memikirkan hal-hal yang harus dilakukan terhadap anak agar perceraian tidak berdampak negatif terhadap anak. 

Baca Juga: Gempa Bumi di Turki dan Suriah Menelan Ribuan Korban Jiwa, Erdogan Umumkan Masa Berkabung 7 Hari

Seperti yang dutarakan Psikolog Roslina Verauli dalam video tersebut beberapa hal dibawah ini bisa diterapkan orang tua terhadap anak yang harus mengalami Broken Home :

1. Orang tua harus diskusi dengan anak tentang perceraian, pembahasan mengenai perceraian ini harus utarakan orang tua terhadap anak secara berulang. Agar anak bisa mengerti dan memahami situasi yang akan menjadi berbeda.

Dengan keadaan orang tua yang relask dan dengan penyampaian yang santai agar anak mengerti Broken Home bukan berarti broken kids.

2. Perpisahan hanya berlaku untuk orang tua bukan untuk anak, kedekatan orang tua terhadap anak harus tetap terjaga. Komunikasi harus tetap terjalin antara kedua orang tua bukan hanya ibu saja atau bapak saja.

Baca Juga: Cek Fakta Hubungan Jarak Jauh Kadang Membosankan, Ini yang Harus Dilakukan Biar Tetap Langgeng

3. Menghindari menjelekkan pasangan, jika orang tua sudah berpisah usahakan untuk tidak menjelekkan satu sama lain didepan anak. Dengan begitu, rasa percaya anak terhadap orang tua dan tidak menyebabkan masalah psikologis terhadap anak.

4.Jadi pendengar yang baik, bukan hanya anak Broken Home orang tua memang seharusnya menjadi pendengar yang baik bagi anak. Agar anak bisa menjadi orang yang jujur terhadap perasaaannya dan orang tualah yang menjadi satu-satunya tempat untuk anak bercerita.

Dari pembahasan video tersebut dapat disimpulkan bahwa anak-anak yang mengalami Broken Home tidak harus mengalami broken kids.

Baca Juga: Berikut 5 Wali Allah yang Populer Sepanjang Masa, Nomor Satu Ada Syeikh Abdul Qadir Jailani

Selagi orang tua bisa bersikap dewasa dan menghilangkan egonya anak-anak akan tetap mendapatkan kasih sayang yang utuh dari orang tuanya walaupun telah berpisah.***