Menurutnya, persiapan pekerjaan pembangunan, termasuk pemagaran lokasi, telah dimulai sejak 11 September 2026.

Amsakar menyebut pembangunan dan penataan kawasan Simpang Barelang merupakan bagian dari upaya menghadirkan Kota Batam yang semakin tertata serta memiliki identitas kota yang kuat di mata investor maupun wisatawan.

Dengan adanya penataan tersebut, Simpang Barelang diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai titik pertemuan arus lalu lintas, tetapi juga memiliki identitas visual yang lebih kuat sebagai salah satu kawasan strategis di Kota Batam.

“Yang kita bangun bukan sekadar monumen. Kita ingin setiap penataan memberikan nilai tambah bagi kawasan dan menjadi bagian dari wajah Batam yang kita banggakan,” katanya.

Ia menegaskan, aspek kualitas pembangunan, keselamatan, ketertiban lalu lintas dan kelestarian lingkungan tetap harus menjadi perhatian selama proses pekerjaan berlangsung.

“Karena itu, aspek kualitas, keselamatan, ketertiban lalu lintas, dan lingkungan harus tetap menjadi perhatian,” pungkasnya.