“Keberadaan Rumah Bahagia hari ini menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara pemerintah, masyarakat dan berbagai elemen sosial mampu menghadirkan program yang berdampak langsung bagi masyarakat,” ungkap Roby.
Ia menyebutkan program tersebut diantaranya pembentukan Sekolah Lansia melalui program SIDAYA (Lansia Berdaya) serta kegiatan GENTING (Gerakan Orangtua Peduli Stunting).

Bupati Bintan juga menjelaskan bahwa jumlah penduduk lanjut usia di Kabupaten Bintan saat ini mencapai sekitar 13.676 jiwa. Peningkatan tersebut menunjukkan keberhasilan pembangunan kesehatan dan meningkatnya angka harapan hidup masyarakat, namun juga menjadi tantangan agar para lansia tetap produktif dan mandiri.
Hingga tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Bintan bersama BKKBN telah membentuk tujuh kelompok Sekolah Lansia dengan jumlah peserta dan wisudawan mencapai 301 orang. Program tersebut diharapkan mampu mengubah paradigma bahwa lansia bukan lagi objek pembangunan pasif, melainkan subjek aktif yang memiliki pengalaman, kebijaksanaan dan keteladanan bagi masyarakat.

