Nyanyang menekankan, keberhasilan budidaya rumput laut harus didukung pengetahuan, penerapan teknologi, keterampilan pengolahan, akses pasar, dan pendampingan usaha agar produk yang dihasilkan berkualitas serta memiliki daya saing.
Ia berharap Rumah Budidaya Rumput Laut di Sembulang dapat menjadi tempat masyarakat mempelajari teknik budidaya yang tepat, meningkatkan produktivitas, dan mengembangkan usaha secara lebih terarah.
Sementara itu, Direktur Perencanaan Teknis Pengembangan Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi, Andi Wijaya, mengatakan peresmian rumah budidaya yang disertai pelatihan masyarakat tersebut merupakan bagian dari penguatan ketahanan pangan dan ekonomi lokal di wilayah Rempang dan Galang.
Andi menilai kolaborasi pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mendorong pengembangan ekonomi lokal.
Perguruan tinggi berperan menghadirkan riset dan inovasi, pemerintah menyediakan kebijakan dan fasilitasi, sedangkan masyarakat menjadi pelaku utama.
Ia menambahkan, program tersebut juga menjadi kontribusi bagi pengembangan ekonomi masyarakat, termasuk masyarakat transmigrasi di kawasan Proyek Strategis Nasional (PSN) Rempang Eco City.
Melalui pengembangan rumah budidaya ini, potensi rumput laut di Sembulang diharapkan dapat diolah menjadi peluang usaha berkelanjutan yang meningkatkan nilai ekonomi hasil laut dan memperkuat kesejahteraan masyarakat pesisir Kepri.

