Menurutnya, Pelindo melalui PJM memastikan kesiapan operasional, mulai dari sarana pendukung hingga tenaga pandu kompeten, dengan tetap mengutamakan keselamatan, keandalan, dan kepastian pelayanan bagi pengguna jasa.

“Dalam mendukung kelancaran operasional, PJM telah menyiapkan sarana dan prasarana pelayanan, armada pendukung, serta personel sesuai kebutuhan,” ujar Arief.

Pelindo juga berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk otoritas kesyahbandaran, kepabeanan, keimigrasian, kekarantinaan, serta agen kapal agar seluruh aktivitas STS berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Arief menambahkan, pengembangan layanan STS di Nipa tidak hanya berfokus pada peningkatan aktivitas operasional, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem jasa maritim yang terintegrasi dan kompetitif.

Ia menilai keunggulan geografis Nipa perlu didukung kualitas pelayanan yang konsisten dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan agar kawasan tersebut dapat menjadi salah satu pilihan pelaku pelayaran internasional untuk kegiatan alih muat.

“Selain itu, pengembangan layanan ini diharapkan membuka peluang bagi pertumbuhan berbagai layanan maritim lainnya yang memberikan nilai tambah bagi Indonesia,” terang Arief.

Penguatan layanan STS di Nipa juga sejalan dengan transformasi bisnis Pelindo dan arah strategis Danantara Indonesia dalam mengoptimalkan aset, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat daya saing badan usaha milik negara (BUMN).

Melalui sinergi antarentitas Pelindo Group, perusahaan terus mengembangkan ekosistem layanan kepelabuhanan dan maritim yang terintegrasi, efisien, serta berorientasi pada kebutuhan pengguna jasa.