Jika sulit mendapatkannya, anda bisa melakukan seleksi terhadap benih cabe sendiri, yaitu dari hasil panen sebelumnya.
Bisa juga menggunakan buah dari hasil panen keempat hingga keenam. Hasil panen pertama hingga ketiga biasanya menghasilkan biji (dalam buah cabe) yang jumlahnya masih sedikit.
Sementara, biji yang dihasilkan oleh hasil panen menjelang periode akhir jumlahnya banyak, tetapi berukuran kecil.
Baca Juga: Pulau Midai dengan Pasir Putihnya yang Mempesona, Salah Satu Wisata di Kabupaten Natuna
Pemilihan Bibit Cabe Rawit
Terkait pemilihan, perlu memilih beberapa tanaman yang sehat dan tampak kuat. Kemudian, pilih buah yang memiliki bentuk sempurna dan bebas dari serangan penyakit serta hama.
Setelah itu, biarkan buah tersebut menua di pohon. Jika bisa, biarkan buah tersebut mengering di pohonnya.
Setelah dipetik dan memotong buah tersebut secara membujur, buang biji pada bagian pangkal dan ujung. Ambillah biji yang ada di bagian tengah sebab biasanya paling berkualitas.
Setelah itu, rendam biji di dalam air bersih. Lakukanlah seleksi dengan membuang biji yang mengambang. Setelah terkumpul biji yang baik, jemur biji tersebut hingga kering, kurang lebih 3 hari.
Benih yang dibutuhkan untuk lahan seluas satu hektare sekitar 1,4 ons . Sebelum dijadikan bibit, benih tersebut mesti disemai.

