Menurut Benny pemerintah tidak boleh membiarkan sindikat terus menerus berpikir bahwa setiap orang yang memiliki atributif kekuasaan di negara ini, bisa diajak kerjasama dalam kejahatan dan menjadi bagian dari mereka. 

‘’Yang akhirnya catatan sejarah yang kita wariskan adalah sebuah takdir negara yang kalah dan tidak berdaya karena tidak mampu menyentuh setiap kejahatan mereka. Memang negara dalam bahaya sindikat. Kita sedang berada dalam darurat penempatan ilegal PMI,’’ tutur Benny.

Tidak sekedar itu saja, Benny menegaskan perihal esensi dari Perang Semesta yang dibunyikan BP2MI Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia dari Batam tersebut.

Baca Juga: Kunjungan Menkopolkam Mahfud MD di Batam Mendapat Apresiasi Dari PMKRI Batam

Menurut Benny Perang Semesta adalah perang melawan sindikat secara revolusioner. Benny mengutarakan 3 kunci penting dalam memerangi sindikat melalui strategi Perang Semesta.

“Kerja kolaboratif untuk perang semesta yang Revolutif, harus disertai dengan 3 tindakan. Yakni, 1. Sosialisasi dan edukasi publik yang masif. 2. Tindakan Pencegahan yang aktif, dan, 3. Penegakkan hukum secara progresif,” tukas Benny.

Negara Indonesia, kata Benny sedang berada pada situasi Darurat Penempatan Ilegal Pekerja Migran Indonesia (PMI) dalam hal kejahatan terhadap Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang bersifat extraordinary, bukan sekedar TPPO. 

Baca Juga: 20 Personel Prajurit Kodim 0315 Tanjungpinang Naik Pangkat, Dandim Pimpin Korps Raport Kenaikan Pangkat