Pemeriksaan pun bisa dilakukan bersamaan, sehingga mengurangi keterlambatan dan meningkatkan efisiensi.
Bea Cukai Batam juga tengah menyiapkan layanan Frontdesk Online dan Redress Manifes Online, yang memungkinkan surat permohonan diajukan serta dipantau melalui aplikasi ION Beta tanpa harus datang ke kantor.
Tidak hanya itu, Bea Cukai Batam menjalankan program EPIC 100 (Excellence Partners in Customs 100) yang memberikan layanan prioritas bagi 100 perusahaan mitra.
Program ini memperkuat asistensi kepabeanan end-to-end, mempercepat pelayanan, sekaligus mempererat kemitraan strategis dengan dunia usaha.
Sejumlah perusahaan besar, seperti PT Timas Suplindo, PT Musim Mas, dan PT Sat Nusapersada Tbk, telah memberikan apresiasi atas layanan ini.
Bagi pelaku UMKM, Bea Cukai Batam aktif mendampingi melalui program Customs Visit Customer dan pelatihan ekspor.
Upaya ini diharapkan dapat membuka akses pasar global, sehingga produk unggulan Batam semakin dikenal di mancanegara.
Transformasi layanan tersebut berdampak langsung pada penerimaan negara. Hingga 15 September 2025, Bea Cukai Batam berhasil menghimpun penerimaan Rp624,54 miliar atau 138,07% dari target tahunan, dengan pertumbuhan positif 115,23% secara tahunan (year on year).
Keberhasilan juga tercermin dari hasil Survei Kepuasan Masyarakat (IKM) semester I 2025 yang mencapai skor 92,96, naik 4,89 poin dari periode yang sama tahun sebelumnya.
“Kami ingin pelayanan Bea Cukai Batam tidak hanya cepat dan efisien, tetapi juga ramah, transparan, serta memberi manfaat nyata. Dengan berbagai inovasi ini, kami berharap pengguna jasa dapat lebih fokus pada pengembangan usaha,” pungkas Zaky.

