Hidup bersama-sama, gotong royong sambil berbagi keluh kesah, sering kali terjadi ketika ngopi dan kumpul bersama.

“Kiai-kiai juga sama di Jawa Timur, dalam forum pengajian, tahlilan, dan dalam forum apa saja sehingga nanti muncul pemikiran-pemikiran,” paparnya.

Ia pun berharap semua Kader Nu juga mengikuti jejak yang sama, terjun langsung ke kader kader pengerak Nu di Kota Batam , berdiskusi, melakukan pendekatan persuasif, sehingga mengerti terhadap keluh kesah kader di akar rumput. Selanjutnya ditransfer menjadi kebijakan yang pro terhadap kemaslahatan ummat.

Baca Juga: Aktivitas Bongkar Muat di Pelabuhan Merbau disepakati Dari Pagi Hingga Sore Hari

​​​”Luangkan waktu yang banyak untuk saling bersilaturahmi. Karena ide orisinalitas pemikiran, seringkali muncul ketika kita duduk-duduk bersama,” ujarnya.***