HARIANMEMOKEPRI.COM – Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di Vihara Gunung Dewa Siantan berlangsung semarak dan penuh warna.
Menariknya sebanyak 21 wisatawan asal Denmark turut hadir menyaksikan langsung kemeriahan Imlek di Kabupaten Kepulauan Anambas.
Kehadiran wisatawan mancanegara ini menjadi pengalaman baru bagi masyarakat setempat, sekaligus mencatat sejarah tersendiri bagi Vihara Gunung Dewa karena untuk pertama kalinya perayaan Imlek dihadiri turis luar negeri.
Para wisatawan mengaku sengaja datang ke Anambas untuk menikmati keindahan alam sekaligus menyaksikan perayaan budaya yang unik.
Mereka tertarik dengan suasana kekeluargaan serta keramahan warga yang jarang mereka temui di negara asal.
Sejak kegiatan dimulai pada pukul 19.30 WIB, para turis tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara.
Mereka menyaksikan berbagai pertunjukan, berbaur dengan masyarakat, hingga ikut menikmati hiburan yang disiapkan panitia.
Penampilan tarian anak-anak yang penuh semangat menjadi salah satu momen paling memukau.
Aksi polos namun enerjik tersebut sukses mengundang decak kagum dan tepuk tangan meriah dari para wisatawan.
Kemeriahan semakin terasa saat para turis diajak naik ke atas panggung untuk berjoget bersama para penari.
Suasana penuh tawa dan keceriaan pun tercipta, mencerminkan kehangatan perayaan lintas budaya.
Ko Edi, pengurus vihara, menyampaikan rasa haru atas kehadiran wisatawan asing dalam perayaan Imlek tahun ini.
“Ini pertama kalinya Imlek di sini dihadiri turis luar negeri. Kami sangat bangga dan senang melihat mereka menikmati budaya kami,” katanya.
Menurutnya, momen tersebut menjadi peluang besar dalam memperkenalkan wisata budaya Anambas ke dunia internasional.
Kehadiran turis asing diharapkan mampu mendorong peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara ke daerah tersebut.
Selain mengikuti perayaan Imlek, para wisatawan juga memanfaatkan waktu untuk menjelajahi potensi wisata alam Anambas yang terkenal dengan keindahan laut dan pulau-pulaunya.
Perayaan Imlek 2577 pun tidak hanya menjadi momentum keagamaan dan budaya, tetapi juga sarana promosi pariwisata yang efektif bagi Kabupaten Kepulauan Anambas.

