HARIANMEMOKEPRI.COM – Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, menegaskan pentingnya sinergi antara Pemerintah Kota dan DPRD dalam menghadapi berbagai persoalan daerah, terutama terkait efisiensi dan defisit anggaran yang mencapai sekitar Rp229 miliar.

Hal tersebut disampaikan Lis usai menghadiri Rapat Paripurna DPRD Tanjungpinang dengan agenda penyampaian pidato Wali Kota dan Wakil Wali Kota, Senin (3/3/2025).

“Itu yang harus kita selesaikan, dan tentunya harus duduk bersama dengan DPRD agar persoalan ini dapat diselesaikan, sehingga APBD Kota Tanjungpinang bisa sehat kembali,” ujar Lis.

Sebagai langkah awal, Lis bersama Wakil Wali Kota Raja Ariza berencana menggelar ekspose dengan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemko Tanjungpinang pada Selasa (4/3/2025).

Langkah ini bertujuan untuk mengidentifikasi secara langsung berbagai persoalan yang ada.

“Besok kita ekspose OPD. Per OPD kita minta secara real apa persoalannya, dan nanti kita ambil keputusan di mana efisiensi harus dilakukan,” jelas Lis.

Dalam program 100 hari kerja, Lis Raja menargetkan sejumlah kebijakan prioritas, seperti penyediaan Lembar Kerja Siswa (LKS) gratis, kelengkapan atribut sekolah, serta perbaikan data kemiskinan.

“Data kemiskinan harus diperbaiki, agar ke depan tidak ada lagi masyarakat miskin yang tidak terdata dan tidak pernah menerima bantuan,” kata Lis.

Selain itu, Pemko Tanjungpinang juga berkomitmen memangkas birokrasi perizinan agar lebih efisien dan mempercepat penyelesaian sengketa lahan yang selama ini berlarut-larut.