HARIANMEMOKEPRI.COM — Puluhan orang dikabarkan hilang akibat bencana tanah longsor di Pulau Serasan, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau.

Akibat dari peristiwa tanah longsor di Pulau Serasan Kabupaten Natuna ini sistem jaringan koneksi internet dan listrik padam sehingga akses komunikasi menjadi terhambat.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Natuna Raja Darmika mengatakan, tanah longsor di Pulau Serasan Kabupaten Natuna kembali terjadi pada pukul 12.00 WIB, di Kecamatan Serasan, tepatnya di Desa Pangkalan. Material longsor timbun puluhan rumah dan jalan.

Baca Juga: Sosialisasi P4GN, Kadisbudpar Kota Tanjungpinang Minta Jajarannya Jauhi Narkoba

“Kita belum pastikan angkanya, Ada yang nelpon kami nangis-nangis karena keluarga mereka tertimbun,” ucapnya di Pelabuhan Tanjung Payung, Penagi Kecamatan Bunguran Timur. Senin (06/2023).

Ia menjelaskan, saat ini pemerintah setempat, dibantu TNI/Polri dan masyarakat tengah mengevakuasi warga yang terdampak tanah longsor di Pulau Serasan Kabupaten Natuna 

“Ada yang sudah dievakuasi, tapi kondisi belum bisa kita pastikan,” ujarnya.

Baca Juga: Digelar Disbudpar, Wako Rahma Buka Pelatihan Pengembangan Inovasi Kuliner dan Optimalisasi Konten Media Sosial

Ia menyebut pihaknya mendapatkan kesulitan untuk menggali informasi, sebab titik bencana jauh dari Ibu Kota Kabupaten Natuna dan jaringan telekomunikasi di sana rusak.

“Listrik mati, jadi jaringan juga mati,” pungkasnya.

Bupati Natuna Wan Siswandi beserta Wakilnya, personel TNI/Polri, dan Basarnas, berangkat menuju ke lokasi guna membantu mengevakuasi dan menenangkan warga akibat peristiwa tanah longsor di Pulau Serasan Kabupaten Natuna.