HARIANMEMOKEPRI.COM – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Realestat Indonesia (REI) Kepulauan Riau menargetkan pembangunan perumahan di wilayah Kepri terus meningkat hingga akhir 2026. Organisasi pengembang properti tersebut optimistis mampu mencapai sekitar 8.000 unit rumah.
Target itu disampaikan Ketua DPD REI Kepri, Deni Afrianto, saat Musyawarah Daerah (Musda) VIII REI Kepri yang berlangsung di Hotel Aston Tanjungpinang, Rabu (4/11/2026).
Dalam Musda yang mengangkat tema “Transformasi dan Sinergi: Konsolidasi Kuat, Sinergi Hebat, REI sebagai Motor Penggerak Pembangunan Berkelanjutan” tersebut, REI Kepri juga melaksanakan pemilihan kepengurusan baru untuk periode 2026-2029.
Deni menjelaskan, saat ini REI Kepri memiliki 68 perusahaan anggota yang beroperasi di Kota Tanjungpinang, Kabupaten Bintan dan Kabupaten Karimun.
Ia mengatakan, REI terus mengambil bagian dalam mendukung program pemerintah pusat, terutama program pembangunan tiga juta rumah.
Khusus di Kota Tanjungpinang, realisasi pembangunan rumah sepanjang 2026 telah mencapai hampir 5.000 unit.
“Kita optimistis sampai akhir tahun bisa mengumpulkan sekitar 8.000 rumah. Mudah-mudahan di tahun 2027 nanti akan lebih meningkat,” kata Deni.
Tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, REI Kepri juga mendorong para pengembang untuk memperhatikan aspek lingkungan dalam setiap proyek perumahan.
Salah satu langkah yang dilakukan yakni melalui gerakan satu rumah satu pohon. Program tersebut merupakan bentuk kepedulian pengembang terhadap penghijauan dan kelestarian lingkungan di kawasan perumahan.

