HARIANMEMOKEPRI.COM – Sebuah bus bantuan pemerintah yang sebelumnya dimanfaatkan sebagai sarana transportasi pelajar di Desa Teluk, Kecamatan Lingga Timur, Kabupaten Lingga, kini terbengkalai dan terparkir di tepi jalan desa dalam kondisi memprihatinkan.

Berdasarkan pantauan Harianmemokepri.com, Sabtu (11/7/2026), bus berwarna biru bertuliskan DAK Transportasi Perdesaan Tahun 2016 Kementerian Dalam Negeri itu tampak tidak lagi terawat.

Selain ban yang rusak, sejumlah bagian bodi kendaraan juga terlihat berkarat, berlubang, dan mengalami korosi akibat lama tidak digunakan.

Kondisi tersebut menjadi perhatian masyarakat karena kendaraan itu sebelumnya berperan penting dalam membantu mobilitas pelajar serta warga Desa Teluk.

Kepala Desa Teluk, Edi, membenarkan bahwa bus tersebut dahulu digunakan untuk mengangkut anak-anak sekolah.

“Dulu bus ini memang digunakan untuk membantu anak-anak sekolah. Untuk kondisi mesinnya sebenarnya masih bagus, hanya mengalami kerusakan pada bagian ban,” ujar Edi.

Ia menjelaskan, kewenangan operasional dan perbaikan kendaraan berada di bawah pihak kecamatan. Namun keterbatasan anggaran membuat bus tersebut hingga kini belum dapat diperbaiki.

Menurut Edi, bus sempat beroperasi dengan normal saat masih memiliki sopir. Namun setelah pengemudi berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) meninggal dunia, operasional kendaraan ikut terhenti.

“Setelah sopirnya meninggal dunia, tidak ada lagi yang menjalankan. Ditambah tidak adanya biaya operasional, akhirnya bus ini berhenti beroperasi sampai sekarang,” jelasnya.