Film animasi hasil kerja sama PT Kinema Systrans Multimedia (Infinite Studio Nongsa Batam) ini diharapkan menjadi media edukasi bagi generasi muda untuk mengenal nilai-nilai luhur karya Raja Ali Haji.

“Ini adalah semangat melestarikan budaya melalui sentuhan teknologi modern yang mengundang optimisme,” ujar Hasan, Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Senin (10/11/2025)

Setelah pembukaan megah, rangkaian acara berlanjut pada 26–29 November 2025 dengan pertunjukan lintas negara di panggung utama Gedung LAM.

Penampilan seni dari Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Thailand akan menunjukkan Kepri sebagai simpul budaya Melayu Asia Tenggara.

Puncak acara juga akan dimeriahkan oleh Diva Aurel Tabola Bale, sementara penyanyi Al Hafzh akan menutup KACI 2025 dengan penampilan istimewa.

Kadispar Kepri, Hasan, menegaskan KACI 2025 merupakan langkah besar untuk memperkuat posisi Kepulauan Riau sebagai pusat budaya Melayu dan destinasi wisata unggulan di Asia Tenggara.

“Kami optimis gelaran perdana ini akan mendongkrak citra Kepri di mata dunia,” tegasnya.

Melalui perpaduan carnival budaya internasional, peluncuran animasi Gurindam 12, serta kolaborasi lintas negara, Pemerintah Provinsi Kepri ingin menanamkan kebanggaan terhadap akar budaya sendiri.

“Inilah saatnya Kepri berkibar sebagai destinasi wisata budaya utama di Asia Tenggara,” ujar Hasan menambahkan.

Gelaran KACI 2025 diharapkan bukan sekadar tontonan, melainkan pemicu rasa bangga dan optimisme masyarakat Kepri bahwa warisan leluhur mereka kini tampil di panggung dunia dengan sentuhan modern yang memikat.