Menurut Nazri, pengenalan sejarah sejak dini sangat penting agar generasi muda memahami perjalanan daerahnya sekaligus memiliki kepedulian untuk menjaga warisan budaya di tengah perkembangan zaman.

Sementara itu, Kepala UPTD Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah, Siti Umi Muslimah, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mengoptimalkan fungsi museum sebagai sarana edukasi dan pelestarian sejarah daerah.

“Kami ingin museum semakin dekat dengan masyarakat, terutama generasi muda. Dengan kegiatan bercerita seperti ini, sejarah tidak hanya disampaikan melalui koleksi dan informasi tertulis, tetapi juga melalui cerita yang lebih hidup, sehingga pengunjung dapat memahami keterkaitan antara masa lalu dan kehidupan saat ini,” ungkap Siti Umi Muslimah.

Suasana kegiatan semakin meriah dengan penampilan hadroh dari ibu-ibu MR. Hubb ul Musthofa di bawah pimpinan Nani Atika.

Penampilan tersebut menghadirkan nuansa religi sekaligus mempererat kebersamaan dalam kegiatan yang mengangkat sejarah dan kebudayaan daerah.

Melalui Museum Berkisah, Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah diharapkan semakin dikenal sebagai ruang edukasi yang menyenangkan bagi anak-anak dan pelajar.

Museum tidak hanya menjadi tempat untuk melihat koleksi bersejarah, tetapi juga sarana pembelajaran untuk mengenal perjalanan daerah, menumbuhkan kecintaan terhadap budaya Melayu, serta membangun kesadaran akan pentingnya menjaga warisan budaya.

Kegiatan Museum Berkisah menjadi salah satu agenda yang melengkapi rangkaian peringatan Hari Jadi ke-25 Kota Otonom Tanjungpinang.