HARIANMEMOKEPRI.COM – Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang mendapat sosialisasi terkait program KPR Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dari Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera).

Kegiatan membahas akses pembiayaan rumah pertama bagi ASN tersebut digelar di Aula Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah, Lantai 3 Kantor Wali Kota Tanjungpinang, Kamis (1/10/2026).

Senior Vice President Pembiayaan I BP Tapera, Mungki Indriati Pratiwi, mengatakan program KPR Sejahtera FLPP menjadi salah satu fasilitas yang dapat dimanfaatkan masyarakat, termasuk ASN belum memiliki rumah pertama.

Menurutnya, program pembiayaan rumah subsidi tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah mengurangi kesenjangan kepemilikan rumah atau backlog perumahan di Indonesia.

“Perumahan subsidi bagi masyarakat adalah salah satu solusi dari bentuk kehadiran negara dalam mengatasi backlog kepemilikan rumah di Indonesia,” kata Mungki.

Ia menjelaskan, KPR Sejahtera FLPP memiliki skema pembiayaan tersendiri dan berbeda dengan mekanisme iuran Tapera.

Mungki menerangkan, dana Tapera yang dikelola akan dikembangkan melalui instrumen investasi hingga peserta memasuki masa pensiun. Dana tersebut kemudian dapat dikembalikan kepada peserta sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara untuk pembiayaan rumah subsidi, peserta mendapatkan sejumlah pilihan kemudahan, salah satunya tenor kredit yang kini dapat mencapai 40 tahun.

“Untuk para ASN yang belum memiliki rumah pertama, dengan kualifikasi khusus, nilai angsurannya kurang dari satu jutaan karena saat ini tenornya sudah diperpanjang hingga 40 tahun,” ujarnya.

Ia menambahkan, rumah yang tersedia melalui program tersebut tidak hanya berupa rumah tapak, tetapi juga rumah susun. Besaran pembiayaan dan angsuran tetap disesuaikan dengan ketentuan penghasilan peserta serta harga rumah di wilayah masing-masing.

Pemko Siapkan Peluang Sinergi

Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Raja Ariza, menyambut baik sosialisasi program pembiayaan rumah pertama tersebut.

Menurutnya, informasi mengenai program perumahan perlu diketahui ASN karena jumlah pegawai di lingkungan Pemko Tanjungpinang mencapai hampir 5.000 orang.

“Rumah bukanlah sekadar tempat bernaung dari hujan dan panas, melainkan fondasi paling mendasar dalam membina keluarga,” kata Raja Ariza.

Raja Ariza mengatakan, Pemko Tanjungpinang juga tengah melihat peluang kerja sama dengan BP Tapera, pihak perbankan maupun pengembang dalam menyediakan hunian yang lebih terjangkau bagi ASN.

Bahkan, salah satu opsi yang tengah dibahas adalah pemanfaatan lahan milik pemerintah daerah untuk mendukung pembangunan perumahan.

“Kita sangat perlu mendengarkan penjelasan dari Badan Pengelola Tapera ini tentang bagaimana ke depannya konsep daripada perumahan ini yang dilaksanakan oleh pemerintah,” ujarnya.

Ia berharap sosialisasi tersebut dapat memberikan gambaran yang jelas kepada ASN mengenai persyaratan, mekanisme dan manfaat KPR Sejahtera FLPP.

Pemko Tanjungpinang, lanjut Raja Ariza, akan melihat peluang sinergi dengan pemerintah pusat, perbankan dan pengembang agar akses terhadap hunian layak dan terjangkau bagi ASN dapat semakin terbuka.

“Kami mohon kepada seluruh peserta dapat mengikuti rangkaian acara secara penuh agar segala informasi diterima dengan baik,” pungkasnya.