Ia menambahkan, rumah yang tersedia melalui program tersebut tidak hanya berupa rumah tapak, tetapi juga rumah susun. Besaran pembiayaan dan angsuran tetap disesuaikan dengan ketentuan penghasilan peserta serta harga rumah di wilayah masing-masing.

Pemko Siapkan Peluang Sinergi

Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Raja Ariza, menyambut baik sosialisasi program pembiayaan rumah pertama tersebut.

Menurutnya, informasi mengenai program perumahan perlu diketahui ASN karena jumlah pegawai di lingkungan Pemko Tanjungpinang mencapai hampir 5.000 orang.

“Rumah bukanlah sekadar tempat bernaung dari hujan dan panas, melainkan fondasi paling mendasar dalam membina keluarga,” kata Raja Ariza.

Raja Ariza mengatakan, Pemko Tanjungpinang juga tengah melihat peluang kerja sama dengan BP Tapera, pihak perbankan maupun pengembang dalam menyediakan hunian yang lebih terjangkau bagi ASN.

Bahkan, salah satu opsi yang tengah dibahas adalah pemanfaatan lahan milik pemerintah daerah untuk mendukung pembangunan perumahan.

“Kita sangat perlu mendengarkan penjelasan dari Badan Pengelola Tapera ini tentang bagaimana ke depannya konsep daripada perumahan ini yang dilaksanakan oleh pemerintah,” ujarnya.

Ia berharap sosialisasi tersebut dapat memberikan gambaran yang jelas kepada ASN mengenai persyaratan, mekanisme dan manfaat KPR Sejahtera FLPP.

Pemko Tanjungpinang, lanjut Raja Ariza, akan melihat peluang sinergi dengan pemerintah pusat, perbankan dan pengembang agar akses terhadap hunian layak dan terjangkau bagi ASN dapat semakin terbuka.