“KM Polo membawa total 10 kontainer, lima di antaranya berisi daging yang sudah membusuk, satu kontainer terbuka berisi tali dan karung, sementara empat kontainer lainnya kosong,” ungkap Hendro.

Ia menegaskan, muatan daging tersebut berpotensi membahayakan kesehatan karena telah mengalami pembusukan parah, ditandai dengan aroma menyengat yang tercium dari dalam kapal.

Atas kondisi tersebut, Lanal Dabo Singkep mengimbau masyarakat agar tidak mendekati kapal demi menghindari risiko gangguan kesehatan.

Selain itu, faktor cuaca juga menjadi perhatian, mengingat perairan Pekajang dan sekitarnya saat ini memasuki musim angin utara dengan tinggi gelombang mencapai satu hingga empat meter.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di sekitar kapal demi keselamatan bersama,” tegas Hendro.

Kehadiran kapal tanpa awak ini sempat menimbulkan kecemasan di tengah masyarakat. Pemeriksaan yang dilakukan TNI AL merupakan bagian dari upaya menjaga keamanan perairan nasional sekaligus mencegah potensi gangguan keselamatan dan kesehatan lingkungan.

Hingga kini, penanganan lanjutan terhadap KM Polo masih menunggu keputusan dari pihak berwenang dengan mempertimbangkan aspek keselamatan, kesehatan, dan lingkungan sekitar.