Keberadaan kapal tersebut pertama kali dilaporkan oleh masyarakat setempat pada akhir Desember 2025.
Menindaklanjuti laporan itu, tim gabungan TNI AL dari Lanal Dabo Singkep melakukan pemeriksaan langsung ke lokasi pada Sabtu (27/12/2025).
Dari hasil pemeriksaan, kondisi kapal dinyatakan sangat memprihatinkan. Badan kapal tampak berkarat, anjungan dalam keadaan berantakan, peralatan navigasi tidak lengkap, serta bagian dalam kapal mengeluarkan bau busuk yang menyengat.
“KM Polo membawa total 10 kontainer, lima di antaranya berisi daging yang sudah membusuk, satu kontainer terbuka berisi tali dan karung, sementara empat kontainer lainnya kosong,” ungkap Hendro.
Ia menegaskan, muatan daging tersebut berpotensi membahayakan kesehatan karena telah mengalami pembusukan parah, ditandai dengan aroma menyengat yang tercium dari dalam kapal.
Atas kondisi tersebut, Lanal Dabo Singkep mengimbau masyarakat agar tidak mendekati kapal demi menghindari risiko gangguan kesehatan.
Selain itu, faktor cuaca juga menjadi perhatian, mengingat perairan Pekajang dan sekitarnya saat ini memasuki musim angin utara dengan tinggi gelombang mencapai satu hingga empat meter.

