HARIANMEMOKEPRI.COM – Kapal Motor (KM) Alfero mengalami kecelakaan laut setelah menghantam batu hingga kandas dan karam di perairan Pulau Hantu, Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri), Senin (28/9/2026) sore.

Kapal berukuran GT 34 tersebut karam sekitar pukul 17.45 WIB saat dalam perjalanan dari Pelabuhan Rakyat Reno Kijang menuju Kecamatan Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas.

Kasihumas Polres Bintan, AKP H.P Bako, mengatakan KM Alfero bertolak dari Kijang sekitar pukul 17.00 WIB dengan membawa lima orang serta sejumlah barang.

Kelima orang tersebut yakni Said Tasrin selaku nahkoda, serta Muhammad, Abu Bakar Umar, Hermansyah dan Yudi yang merupakan anak buah kapal (ABK).

Menurut Bako, kapal berlayar dengan mengikuti rekaman alur GPS yang dimiliki nahkoda.

Namun, sekitar pukul 17.45 WIB, kapal berada di koordinat 0°54.630’N dan 104°41.087’E atau sekitar satu mil laut dari Pulau Hantu, tepat di depan PT BAI.

“KM Alfero menabrak batu hingga kandas. Hentakan ke batu menyebabkan lambung kapal pecah dan air masuk ke dalam kapal,” ujar Bako, Selasa (29/9/2026).

Usai kapal kandas, nahkoda langsung menghubungi pengurus kapal bernama Reno serta Satpolairud Polres Bintan untuk meminta bantuan.

Sekitar pukul 19.00 WIB, KM Sinar Laut tiba di lokasi dan membantu memindahkan muatan dari KM Alfero.

Kemudian sekitar pukul 19.30 WIB, KM Kenzo Harvent turut tiba di lokasi untuk memberikan bantuan.

“Bantuan tersebut hanya untuk memindahkan barang, sementara KM Alfero masih karam di lokasi hingga saat ini,” ungkap Bako.

Dalam kecelakaan laut tersebut, seluruh awak kapal KM Alfero dilaporkan selamat dan tidak terdapat korban jiwa.

Namun, berdasarkan keterangan nahkoda, kerugian materiel akibat kecelakaan tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp3 miliar.

Hingga saat ini, Satpolairud Polres Bintan masih berkoordinasi dengan pemilik kapal untuk melakukan upaya penyelamatan terhadap KM Alfero yang masih berada di lokasi kejadian.