Penulis : Syaiful amri

“Dari penerbang hingga menjadi penulis buku”

Pria yang murah senyum ini tak lepas dari sosok yang intelektual dan berwawasan luas, dan sangat mencintai Dunia Penerbangan, ya siapa lagi, seorang mantan penerbang pesawat angkut Hercules C-130 di Skuadron Udara 32 Lanud Abdulrahman Saleh Malang, Jawa Timur kini menjabat posisi sebagai Komandan Lanud Raja Haji Fisabillah. Sangking cintanya kepada dunia penerbangan, ia pun menulis buku berjudul “The Mother of Flight’. Buku ini membahas kegiatan ground school dan simulator untuk sekolah penerbang, sekolah navigator, sekolah instruktur penerbang, dan sekolah instruktur navigator. Tugasnya sebagai abdi negara tak lepas dari berbagai prestasi yang ditorehnya salah satunya sebagai supervisor Jupiter Aerobatic Team (JAT), ya kita kenal dengan TIM JUPITER yang dibentuk sebagai duta dan kebanggaan TNI Angkatan Udara. Pria bernama asli Kolonel Pnb Ignatius Wahyu Anggono, S.E., M.M, yang lulus dari Akademi Angkatan Udara (AAU) tahun 1992 ini telah banyak menerbangkan berbagai jenis pesawat, tentu menjadi suatu kebanggaan tersendiri baginya serta keluarga besarnya. Kolonel Pnb Ign Wahyu Anggono, S.E., M.M beserta Istri tercinta Imelda Maries Wahyu Anggono (dok. Pribadi) Pria gagah kelahiran Balikpapan, Kalimantan Timur, 24 Juli 1969 ini pernah menjadi “guru” bagi calon-calon penerbang, sehingga menurutnya Seorang Penerbang harus sabar dan selalu menanamkan kepercayaan diri. “Tak mudah mengajari orang yang sama sekali belum pernah terbang agar bisa menjadi penerbang yang handal. Harus sabar dan selalu menanamkan kepercayaan diri kepada peserta didik. Kepercayaan diri harus dibangun, sebab tugas yang diemban penuh risiko,” kata Wahyu. Suami dari Imelda Maries HR, S.H ini mengatakan bahwa Seorang Penerbang harus menghafal semua prosedur penerbangan, sehingga penerbang tersebut selalu dalam keadaan terkendali. “Mesti memiliki konsentrasi yang tinggi, lantaran nyawanya bisa ditentukan hanya dalam hitungan detik. dan Terlambat mengambil keputusan bisa hancur semua!!” ujarnya tegas. Kolonel (Pnb) Ignatius Wahyu Anggono, S.E., M.M bersama istri dan kedua anak tersayangnya (dok.Pribadi) Buku yang ditulisnya itu merupakan suatu rangkaian hidupnya sebagai penerbang, dan disanalah mula dari terciptanya buku yang menjadi panutan para Anak didiknya. “Suatu ketika, saya terbang dari Surabaya, Jawa Timur menuju Yogyakarta bersama para siswa. Setelah lepas landas, tiba-tiba cuaca berubah menjadi buruk. Saya sama sekali tidak bisa melihat apaapa. Padahal, di depan dan belakang kami ada pesawat lain. Di atas pesawat itu kami benar-benar harus percaya dengan instrumen navigasi,” ujarnya sambil menceritakan kisahnya. Lanjut ayah dua anak ini mengakui, bahwa penerbangannya saat itu merupakan suatu pengalaman yang tak terlupakan, dimana ia harus mengendalikan pesawat dalam cuaca yang buruk. Kolonel (Pnb) Ignatius Wahyu Anggono, S.E., M.M (dik.Pribadi) “Saya berusaha mengendalikan pesawat agar tetap di jalur. Saya juga menggunakan navigasi manual. Alhasil, penerbangan berjalan lancar. Saat cuaca membaik, saya beserta teman-teman sudah berada di wilayah udara Wates. Pengalaman ini seperti orang berjalan dengan ditutup mata,” kenang pria sembari menebar senyum. Dirinya juga berharap, pada umur yang telah genap ke 48 Tahun ini pada Tanggal 24 Juli ini, dapat diberikan kesehatan, dimurahkan rezeki dan diberikan kekuatan dalam mengemban tugas negara yang menjadi amanah di pundaknya. SELAMAT ULANG TAHUN KOLONEL PNB IGN. WAHYU ANGGONO, S.E., M.M Kolonel (Pnb) Ignatius Wahyu Anggono, S.E., M.M (dok.Wikipedia) – Biodata Lengkap Nama : Kolonel (Pnb) Ignatius Wahyu Anggono, S.E., M.M TTL : Balikpapan, Kalimantan Timur, 24 Juli 1969 Istri : Imelda Maries. HR, S.H Anak : Angelica Anjanette Putri Kyreina dan Alexander Darrell Orlando – Pendidikan: . SD St Markus . SMP St Markus • SMAN 39 Jakarta • Akademi Angkatan Udara (AAU) • Pendidikan Sesko TNI Bandung . Universitas Gajayana Malang – Tugas: • Komandan Skuadron 104 Lanud Adisutjipto Yogyakarta (2009-2010) • Kepala Dinas Operasi Lanud Adisumarmo Solo (2010) • Komandan Lanud Wolter Monginsidi Kendari (2010-2012) • Perwira Pembantu Madya (Pabandya) Komando Operasi 2 TNI AU Makasar (2012-2013) • Kepala Dinas Operasi Lanud Adisutjipto Yogyakarta (2013-2014) • Komandan Wing Pendidikan Terbang Lanud Adisutjipto Yogyakarta (2014-2015) . Komandan Lanud Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang (2016-Sekarang) – Penghargaan: • Satya Lencana Kesetiaan 8 , 16 dan 24 tahun • Satya Lencana Dwidya Sistha • Satya Lencana Dharma Nusa • Satya Lencana GOM VII • Satya Lencana GOM IX . Dan masih banyak penghargaan lainnya.