HARIAN MEMO KEPRI,  BATAM – Sikap Pemerintah Batam melalui Dinas Perhubungan Kota Batam yang memutuskan untuk menyegel kantor Go – jek , Selasa ( 3/2017 ) telah melukai sebagai warga Kota Batam. Penutupan itu dinilai sangat tidak adil dan terkesan ada sebuah kepentingan didalamnya. enarkah penutupan kantor Gojek solusi terbaik untuk Batam. Meskipun harus melukai sebahagian warga Batam, Pemerintah kota Batam melalui Dinas Perhubungan telah mengambil sikap untuk menyegel kantor Go-jek yang terletaknya di samping BTN Pelita, Batam, Selasa (3/2017). Kantor yang yang terletak disamping BTN Pelita Batam ini digunakan oleh anggota Gojek untuk melakukan urusan administrasi pelayanan. Kantor itu kini telah di segel menggunakan garis Satuan Polisi Pamong Praja yang dilakukan bersama oleh Dinas perhubungan kota Batam. Penutupan dilakukan karena diduga kantor tersebut tidak mengantongi izin seperti tertulis dalam pengumuman yang ditempel di dinding kaca kantor Gojek. Menurut Dinas Perhubungan penyegelan atau penutupan tersebut telah sesuai UU 3/1982 tentang wajib daftar perusahaan, UU 22/2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dan Permenhub PM/2017 Tentang Penyelengara Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek. Salah seorang pengedara Gojek kepada media mengatakan, bahwa dengan ditutupnya kantor Gojek itu, mereka kebingungan untuk mencari pekerjaan dalam situasi batam yang sedang dalam keterpurukan. “Kemana lagi kami bisa mencari pekerjaan sementara perusahaan banyak yang tutup, kami melakukan pekerjaan sebagai supir gojek untuk menyambung hidup. Semenjak keluar dari pekerjaan galangan kapal saya sudah beralih ke Gojek untuk menyambung hidup. Lalu kemana kami mencari nafkah untuk anak dan istri, ” ujar sumber yang tidak mau di publish namanya. Lanjut sumber,  saat ini dirinya bingung mau kemana lagi mencari pekerjaan dikarenakan di Kota Batam sudah sulit untuk mendapatkan pekerjaan. “ Mereka ( Pemerintah Kota Batam ) sangat tega dan terkesan menutup mata atas nasib ribuan masyarakat Batam yang menggatungkan hidupnya di pekerjaan sebagai supir Gojek ini, jika pemerintah tetap bersekukuh menutup Gojek di Batam ya silahkan saja , namun seyogyanya mereka memberikan solusi dengan menyediakan lapangan pekerjaan lain, ” katanya. Sampai berita ini diunggah, Kadis perhubungan kota Batam Yusfa Hendri belum dapat ditemui dengan alasan sibuk. ( red / gsmn )