Tanjungpinang – Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kepulauan Riau melakukan sosialisasi rencana pembangunan di Pelabuhan Kuala Riau. Pembangunan tersebut merupakan program strategis Gubernur Kepri, Ansar Ahmad.
Sosialisasi disampaikan oleh Kepala Dishub Kepri Junaidi, Kabid Pelabuhan Dishub Kepri, Aziz Kasim Djou, yang diikuti Camat Tanjungpinang Kota, Lurah Tanjungpinang Kota, Babinsa, Bhabinkamtibmas, RT serta RW setempat.
Camat Tanjungpinang Kota, Raja Hafizah mengatakan, Pemko Tanjungpinang sangat mendukung pelaksanaan pembangunan Pelabuhan Kuala Riau yaitu integrasi Pelantar I dan II.
“Seperti yang kita tahu bersama kondisi pelantar I dan II kalau mau masuk dan keluar butuh waktu dan sangat tidak nyaman. Alhamdulillah ini adalah solusi dari Pemprov Kepri untuk mengkoneksikan pelantar I dan II menjadi satu jalur,” ujar Hafizah dalam sambutannya.
Oleh karena itu, ia meminta lapisan masyarakat untuk mendukung rencana pembangunan tersebut supaya berjalan lancar dan sesuai dengan apa yang sudah diprogramkan oleh Pemprov Kepri.
Kepada RT dan RW setempat, dirinya juga meminta untuk menjelaskan kepada masyarakat yang terdampak terhadap pembangunan tersebut.
“Mari kita dengar bersama-sama informasi dari pak Kadishub Provinsi, nanti informasi ini silakan sampaikan kembali ke warganya. Inilah fungsi dan peranan kita sebagai lapisan terbawah di pemerintah kota Tanjungpinang,”jelasnya
Sementara itu, Kepala Dishub Pemprov Kepri, Junaidi menjelaskan, ada lima program strategis Gubernur Kepri yang dilaksanakan di Tanjungpinang diantaranya pembangunan fly over di simpang tiga Ramayana, penataan Jalan Merdeka, pembangunan Gurindam 12, penataan kawasan cagar budaya Pulau Penyengat, dan pembangunan Pelabuhan Kuala Riau.
Menurut Junaidi, program strategis tersebut merupakan inovasi Gubernur Kepri untuk mempercantik wajah Tanjungpinang sebagai ibukota Provinsi Kepri.
“Jadi selama ini hampir 19 tahun pergerakan atau wajah Tanjungpinang masih seperti dulu, dengan adanya inovasi Gubernur Ansar Ahmad agar kota Tanjungpinang itu seperti ibukota di provinsi lain,” terang Junaidi.
Junaidi mengungkapkan, alasan dipilihnya Pelantar I dan II, karena kawasan tersebut merupakan pusat perekonomian dan salah satu tempat distribusi barang antar pulau baik masuk maupun keluar ke Tanjungpinang.
“Dengan terintegrasi Pelantar I dan Pelantar II nanti akan dibuat jalan satu jalur, jadi masuk di Pelantar I dan akan keluar di Pelantar II. Pembangunan tahap satu meliputi pembangunan jalan dan dua buah gudang direncanakan akan mulai dilaksanakan awal Juni dan dijadwalkan akan selesai pada Desember 2022,” pungkas Junaidi.









