Tanjungpinang – Pergelaran Festival Kopi Merdeka selama dua hari berlangsung dari tanggal 20-21 Agustus telah selesai terlaksana di Jalan Merdeka, Minggu ( 21/08 ) malam.
Pada festival kopi Merdeka ini sangat berbekas bagi masyarakat Kota Tanjungpinang khususnya, terutama mulai dari Gubernur Kepri hingga DPRD baik Provinsi maupun Kota Tanjungpinang tampak menikmati malam penutupan tersebut.
Gubernur Provinsi Kepri Ansar Ahmad sangat apresiasi atas kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari ini dirinya juga mohon maaf karena acara ini dilaksanakan di saat sedang membangun fasilitas di Kota Lama Jalan Merdeka karena insya Allah kota lama ini akan dikemas kembali serta hidupkan kembali agar kejayaan kota ini di masa lalu bisa hadirkan kembali di tengah-tengah masyarakat tahun ini.
“Tadi kita sudah diskusi sama Pak Joko (Kajari Tanjungpinang_red) Insya Allah atas permintaan teman-teman pencinta kopi kita akan jadikan kalender wisata tahunan di Kepri ini nanti acaranya kita kemas lebih rapi kita dukung bersama-sama kita akan berkerjasama dengan pemerintah Kota Tanjungpinang supaya ini nanti menjadi kalender pariwisata Provinsi dan kota Tanjungpinang,” jelas Ansar.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Kepri akan menggelar Dompak Bridge Jazz Internasional yang menghadirkan para pemain musik Jazz dari negara Singapura dan Malaysia sehingga menjadi trigger Pariwisata.
“Insya Allah tahun ini jembatan Dompak juga akan kita kemas dengan lampu-lampu yang gemerlapan mudah-mudahan tahun depan kita akan menggelar event satu lagi kalender tahunan baru yaitu Dompak bridge Jazz internasional festival nanti kita undang para Jazz dari Singapura, Malaysia dan mungkin dari negara-negara lain,” lanjutnya.
Ansar berharap dengan kegiatan festival yang dikemas secara baik maka bisa menambah daya tarik wisatawan berkunjung ke Provinsi Kepulauan Riau terutama Kota Tanjungpinang.
“Karena Kepri destinasi wisatanya termasuk besar pada tahun 2019 wisatawan asing masuk ke Kepri kita nomor 2 terbesar setelah Bali 5,4 juta kita 2,97 juta DKI 2,4 juta 4 juta lebih lainnya dari provinsi-provinsi lain maka sayang kalau kita tidak memanfaatkan jumlah yang besar itu. Maka kalau ini sudah dikemas tugas kami nanti sama Pemko akan mengontrol nanti taksi-taksi pelabuhan, kita akan atur jangan nanti ke depan mereka mengecewakan para wisatawan,” pungkasnya.











