Ori bahkan menilai Pelabuhan Roro Jagoh membutuhkan rehabilitasi menyeluruh untuk memastikan aspek keamanan dan kenyamanan masyarakat yang menggunakan jasa penyeberangan.
Ia juga mempertanyakan prioritas pengelolaan anggaran daerah di tengah berbagai kebutuhan pembangunan infrastruktur dasar.
“Banyak informasi yang berkembang mengenai dugaan persoalan pengelolaan anggaran daerah. Namun yang menjadi pertanyaan masyarakat, mengapa fasilitas publik yang sangat penting seperti Pelabuhan Roro Jagoh ini justru belum mendapatkan perhatian maksimal,”
“Jika memang anggaran dikelola dengan baik dan tepat sasaran, seharusnya kebutuhan infrastruktur dasar seperti ini bisa segera ditangani,” sambungnya.
Menurut Ori, persoalan Pelabuhan Roro Jagoh tidak hanya menyangkut kenyamanan pengguna jasa.
Kondisi infrastruktur pelabuhan juga berkaitan dengan keselamatan masyarakat, kelancaran distribusi logistik, hingga aktivitas perekonomian di Kabupaten Lingga.
“Kalau melihat kondisi fisiknya hari ini, masyarakat tentu bisa menilai sendiri. Pelabuhan ini bukan sekadar membutuhkan perawatan ringan, tetapi sudah memerlukan perhatian serius dan rehabilitasi menyeluruh,” ujarnya.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Lingga, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, serta instansi terkait segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi Pelabuhan Roro Jagoh.
Menurutnya, evaluasi tersebut perlu diikuti dengan langkah konkret berupa perbaikan dan pengalokasian anggaran yang memadai.
“Jangan tunggu sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Infrastruktur publik seperti pelabuhan harus dirawat dan diperbaiki secara berkala karena menyangkut kepentingan banyak orang,” tegas Ori.

