Selain Mobile Bridge, Dishub Lingga juga berencana melanjutkan penataan kawasan Pelabuhan Jagoh yang sebelumnya telah dilakukan secara bertahap.
Penataan tersebut mencakup kawasan di sekitar Pelabuhan Feri Jagoh dan Pelabuhan Penyeberangan Roro Jagoh berada dalam satu kawasan pelayanan transportasi laut.
Hendry menjelaskan, sebagian pembangunan kawasan tersebut telah dilaksanakan sejak 2023.
Akan tetapi, sejumlah fasilitas masih membutuhkan penyempurnaan agar dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat.
“Kami menyadari masih ada beberapa pembangunan yang belum sepenuhnya termanfaatkan secara optimal karena pelaksanaannya dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran daerah,” ujar Kadishub Lingga
Sementara itu, Kepala Bidang Perhubungan Laut Dishub Kabupaten Lingga, Dicky Kristianto, mengatakan penataan ke depan tidak hanya menyasar fasilitas utama pelabuhan, tetapi juga berbagai sarana pendukung.
Di antaranya akses jalan menuju kawasan pelabuhan, area parkir, serta peningkatan kenyamanan lingkungan pelabuhan secara keseluruhan.
“Fokus penataan tidak hanya terbatas pada fasilitas utama pelabuhan. Kami juga merencanakan perbaikan akses jalan menuju kawasan pelabuhan serta penataan area parkir agar lebih tertib, luas, aman dan representatif bagi masyarakat maupun pengguna jasa transportasi,” jelas Dicky.
Ia menambahkan, selain perbaikan melalui APBD Perubahan 2026, pemerintah juga telah menyiapkan perencanaan lanjutan untuk pengembangan kawasan Pelabuhan Jagoh.
“Pada anggaran perubahan tahun ini, fokus kami adalah melakukan perbaikan terhadap fasilitas yang dianggap mendesak dan berkaitan langsung dengan keselamatan serta pelayanan masyarakat. Namun untuk jangka panjang, pemerintah juga telah menyiapkan perencanaan lanjutan yang lebih menyeluruh,” ungkapnya.

