HARIANMEMOKEPRI.COM — Perjuangan masyarakat Desa Rantau Panjang, Kecamatan Lingga Utara, Kabupaten Lingga, dalam mendapatkan akses jalan yang layak terus berlanjut.

Di tengah keterbatasan anggaran, pemerintah desa bersama masyarakat kembali mengandalkan swadaya dan semangat gotong royong untuk memperbaiki jalan desa.

Setelah sebelumnya menggalang donasi secara mandiri, kegiatan gotong royong perbaikan jalan kini dijadwalkan akan dilaksanakan pada Kamis mendatang, dengan menyesuaikan kondisi cuaca.

Kepala Desa Rantau Panjang, Rio Diary Pratama, mengatakan rencana awal kegiatan sebenarnya dijadwalkan pada pekan ini.

Namun, pelaksanaan terpaksa diundur berdasarkan pertimbangan teknis serta masukan dari masyarakat.

“Awalnya direncanakan minggu ini, tetapi ada saran dari kawan-kawan agar menunggu cuaca agak panas. Kami khawatir kalau hujan, semen yang digunakan justru terbuang percuma,” ujar Rio, Sabtu (20/12/2025).

Ia berharap, jika cuaca mendukung, kegiatan gotong royong dapat terlaksana pada hari Rabu atau Kamis.

Perbaikan jalan dilakukan secara gotong royong dan swadaya, dengan metode pemerataan tanah di titik-titik rawan, kemudian dilanjutkan dengan semenisasi selebar kurang lebih 70 sentimeter agar jalan dapat dilalui kendaraan roda dua.

“Kegiatan ini terbuka untuk seluruh warga, tanpa paksaan. Siapa pun yang ingin membantu dipersilakan,” jelas Rio.

Meski bersifat sukarela bagi masyarakat umum, Rio menegaskan unsur pemerintahan desa diwajibkan terlibat penuh sebagai penggerak utama kegiatan.

“Seluruh staf dan kaur desa, BPD, kepala dusun 1 dan 2, RT/RW, serta LPM wajib siap dan hadir sebagai motor penggerak gotong royong,” tegasnya.

Pada tahap awal, perbaikan difokuskan pada tiga titik prioritas yang selama ini menjadi jalur paling sulit dilalui.

Titik pertama berada di jalan bukit sepanjang sekitar 40 meter, titik kedua sekitar 50 meter, dan titik ketiga di kawasan bukit berbatu sepanjang kurang lebih 100 meter.

“Kami menyadari bahan yang tersedia pasti tidak mencukupi. Karena itu, sebisa mungkin jalan dibuat agar kendaraan tetap bisa lewat. Untuk jalan datar yang berlumpur, bisa menggunakan alternatif papan,” ungkapnya.

Hingga saat ini, dana swadaya yang berhasil dihimpun dari masyarakat mencapai sekitar Rp6,1 juta. Seluruh dana tersebut digunakan untuk pengadaan material perbaikan jalan.

Lebih lanjut, Rio kembali menyampaikan harapan masyarakat kepada Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau agar kondisi jalan menuju Desa Rantau Panjang mendapat perhatian serius.

Desa Rantau Panjang saat ini menjadi perwakilan Kepulauan Riau di tingkat nasional dalam program konvergensi penanganan stunting, dan masuk dalam 15 desa berkinerja baik secara nasional.

“Harapan kami, prestasi ini juga diiringi dengan perhatian terhadap akses jalan,” ujarnya.

Menurutnya, jalan merupakan akses layanan dasar yang paling efektif dan paling murah, terutama untuk kebutuhan kesehatan masyarakat.

“Realisasi perbaikan jalan ini menjadi doa dan harapan bersama, khususnya bagi ibu hamil, warga yang sakit, pedagang, hingga buruh bangunan yang setiap hari harus bekerja ke Daik Lingga demi menghidupi keluarga,” pungkas Rio.

Kegiatan gotong royong ini menjadi cerminan keteguhan warga Rantau Panjang yang terus bergerak bersama dengan kemampuan yang ada, sembari berharap kehadiran negara menjawab kebutuhan dasar masyarakat di wilayah pesisir dan pedalaman Kabupaten Lingga.