Baca Juga: Manchester United Menjamu Real Betis Malam Ini Pada Leg Pertama 16 besar Liga Europa di Old Trafford

4. Melasma
Melasma terbentuk akibat kelainan pigmentasi akibat paparan Sinar Ultraviolet Matahari dalam jangka panjang. Gangguannya ditandai dengan munculnya bercak coklat atau abu-abu di permukaan kulit. Masalah ini dapat membaik seiring dengan waktu.

5. Solar elastosis
Solar elastosis atau elastosis aktinik adalah risiko yang terjadi akibat pecahnya jaringan ikat kulit (kolagen dan serat elastin). Jaringan itu terletak di dermis (lapisan tengah kulit). Fungsinya adalah mendukung kekuatan dan fleksibilitas kulit.

Tanda umum dari solar elastosis adalah penebalan kulit. Selain itu, kulit menjadi kendur, kerutan dalam, dan lipatan vertikal. Kondisi ini merupakan akumulasi dari paparan Sinar Ultraviolet Matahari jangka panjang dan berlebihan.

Baca Juga: Gubernur Kepri Ansar Ahmad Paparkan Strategi T3VAK SIREH Dalam Interview PPKM Award 2023

6. Keratosis aktinik
Keratosis aktinik atau solar keratosis adalah pertumbuhan prakanker yang berpotensi berkembang menjadi kanker. Gangguan ini perlu mendapatkan pemantauan dan penanganan yang tepat.

Bercak yang muncul pada kulit juga bervariasi, mulai dari titik kecil hingga berukuran satu inci atau lebih. Warnanya juga akan berbeda, berkisar dari terang hingga gelap. Teksturnya keras seperti kulit dan terasa gatal.

7. Kulit jadi menghitam
Perubahan warna ini terjadi akibat meningkatnya produksi melanin untuk melindungi kulit dari kerusakan. Akibatnya, kulit yang terpapar sinar matahari menjadi lebih gelap.***