HARIANMEMOKEPRI.COM – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) terus berupaya mendorong pemerataan pembangunan di seluruh wilayah, termasuk daerah kepulauan dan pulau-pulau terluar.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Kepri Ansar Ahmad usai mengikuti upacara peringatan Hari Jadi ke-24 Provinsi Kepri di Gedung Daerah Tepi Laut Tanjungpinang, Kamis (24/9/2026).
Ansar mengatakan, setiap tahun Pemprov Kepri menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dengan memperhatikan kebutuhan pembangunan dan infrastruktur di seluruh kabupaten/kota.
“Setiap tahun kita menyusun RKPD. Pada RKPD itu kita mencoba mendukung dan memenuhi kebutuhan infrastruktur di semua wilayah,” ujar Ansar.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi, tetapi juga pemerintah kabupaten/kota. Namun, terdapat sejumlah proyek strategis daerah yang tetap mendapat dukungan pembiayaan dari Pemprov Kepri.
Ia menambahkan, keterbatasan kemampuan APBD membuat pemerintah daerah harus aktif mencari dukungan pembiayaan dari pemerintah pusat.
“Tentunya juga ada porsi yang dilaksanakan oleh pemerintah kabupaten/kota, tapi ada proyek-proyek strategis daerah yang juga kita biayai. Ke depan kita akan terus melengkapi itu. Kalau dilaksanakan melalui kekuatan APBD sangat lambat, maka kita terus mengejar peluang di pemerintah pusat,” jelasnya.
Salah satu bentuk dukungan pemerintah pusat yang telah diperoleh Kepri, kata Ansar, yakni bantuan kapal Roro Bahtera Nusantara (BN) 01 dan BN 03.
Bantuan tersebut kemudian turut mendorong pembangunan pelabuhan Roro di Kabupaten Kepulauan Anambas dan Natuna.
Pemprov Kepri juga masih mengusulkan pembangunan fasilitas pendukung transportasi laut di sejumlah wilayah, termasuk Midai dan Serasan.
“Kita masih mengusulkan supaya dibangun juga di Midai, Serasan minimal lengsengannya,” katanya.
Selain infrastruktur transportasi, Pemprov Kepri juga terus berupaya memenuhi kebutuhan pendidikan di wilayah pulau-pulau terpencil.
Ansar mengatakan, sekolah di daerah yang belum memenuhi standar akan terus diupayakan agar masyarakat di pulau-pulau jauh tetap mendapatkan akses pendidikan.
“Selain itu sekolah yang kurang di pulau jauh sekalipun kita upayakan. Jika belum memenuhi standar sepenuhnya, kita coba buat sekolah jauh terlebih dahulu,” ujarnya.
Pembangunan dermaga juga menjadi bagian dari upaya pemerataan infrastruktur. Menurut Ansar, Pemprov Kepri telah membangun berbagai fasilitas dermaga, termasuk dermaga berbahan High Density Polyethylene (HDPE) dan pelabuhan rakyat.
Sementara itu, melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), pembangunan infrastruktur dasar di sejumlah wilayah juga turut mendapatkan dukungan.
“Bahkan dalam Asta Cita program Bapak Presiden juga banyak membantu kita membangun jembatan kecil, jembatan gantung melalui program TMMD TNI AD,” ungkapnya.
Kepri Terang Jangkau 14.340 Rumah Tangga
Ansar juga menyoroti program Kepri Terang sebagai salah satu bentuk pemerataan pembangunan yang menyasar masyarakat di wilayah kepulauan.
Ia menyebut, hingga Desember 2025, program tersebut telah menjangkau pemenuhan listrik dasar bagi 14.340 rumah tangga yang tersebar di tujuh kabupaten/kota di Provinsi Kepri.
“Kita jangkau semua pulau. Walaupun masih ada yang layanan nyalanya 14-18 jam, tapi minimal PLN semua sudah masuk ke wilayah-wilayah itu, termasuk yang menggunakan Solar Home System bagi pulau-pulau yang rumahnya sedikit,” jelasnya.
Ansar mengakui, melengkapi infrastruktur hingga ke wilayah-wilayah kepulauan bukan pekerjaan mudah.
Karena itu, Pemprov Kepri terus berupaya membuka peluang dukungan anggaran melalui berbagai program pemerintah pusat.
“Banyak OPD-OPD saya gandeng ke pemerintah pusat mencari peluang itu, termasuk program Asta Cita. Maka kita mesti dukung penuh program Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden,” tutup Ansar.

