Menurutnya, karakter geografis Kepri sebagai provinsi kepulauan sekaligus wilayah perbatasan membuat pola pembangunan tidak bisa disamakan dengan daerah kontinental.
“Secara bertahap kita lengkapi, maka kita mesti kolaborasi dengan pemerintah kabupaten/kota, terutama pemerintah pusat,” katanya.
Ansar juga meminta agar posisi Kepri sebagai gerbang batas negara menjadi perhatian dalam kebijakan pembangunan nasional.
“Dengan keterbatasan kemampuan kita serta kebijakan dan kewenangan terbatas, maka pemerintah pusat harus kita sadarkan bahwa ada gerbang batas negara yang tidak boleh terlupakan oleh mereka,” tegasnya.
Ia berharap dukungan pemerintah pusat dapat semakin memperkuat pembangunan di Kepri, khususnya dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat dan meningkatkan konektivitas antarpulau.
“Masih banyak hal yang perlu menjadi perhatian, apalagi Provinsi Kepulauan. Menanganinya harus berbeda dengan daerah yang bersifat kontinental,” pungkas Ansar.
Di tengah berbagai tantangan tersebut, Ansar mengajak seluruh elemen masyarakat tidak menyerah dan terus bekerja bersama untuk memperbaiki berbagai kekurangan pembangunan.
“Jangan pernah menyerah, mengeluh. Mari kita terus berpeluh, bekerja keras membangun Kepri lebih baik,” ujarnya.

