Selain itu, ancaman terhadap keutuhan wilayah dan tuntutan terhadap integritas dalam pengelolaan sumber daya negara juga menjadi hal yang harus dihadapi secara bersama-sama.
Karena itu, TNI dituntut untuk tetap berpegang teguh pada jati diri dan tugas pengabdiannya.
“Menghadapi dinamika tersebut, TNI harus tetap kokoh pada jati dirinya dan jelas dalam arah pengabdiannya. Momentum HUT ke-81 ini harus menjadi tonggak dalam memperteguh tekad kita untuk menjaga persatuan, menegakkan kedaulatan, serta melindungi kekayaan Nusantara sebagai modal utama dalam mewujudkan Indonesia yang maju, adil, dan makmur,” tegasnya.
TNI dan Masyarakat Harus Bersinergi
Usai membacakan amanat, Amrin juga mengajak masyarakat untuk terus membangun kebersamaan bersama TNI dalam mewujudkan cita-cita bangsa.
Ia menilai keberadaan TNI masih mendapat kepercayaan dari masyarakat dan berbagai pengabdian prajurit masih dirasakan secara langsung di tengah kehidupan masyarakat.
“Saya mengajak kepada masyarakat bersama TNI mari bersama membangun Indonesia untuk cita-cita kita bersama menuju Indonesia adil dan makmur,” ujarnya.
Pertahanan Maritim Kepri Terus Diperkuat
Sebagai wilayah kepulauan dan kawasan strategis perbatasan, Kepulauan Riau juga menjadi perhatian dalam penguatan pertahanan nasional.
Amrin menyebut pemerintah terus memberikan perhatian terhadap sektor kemaritiman dengan memperkuat kemampuan pertahanan negara.
Ia mengatakan penguatan tersebut mencakup berbagai matra, khususnya kekuatan laut dan udara.
“Hampir di semua matra, untuk di kelautan khususnya maritim itu adalah laut dan udara, dimana sudah didatangkan kapal besar ocean going seperti kapal induk, kapal fregat ukuran besar yang mampu beroperasi lama di laut dan untuk udara kita memiliki pesawat tempur dan patroli udara maritim,” jelasnya.

