DPRD Batam Menolak Karantina Wilayah

Avatar of Redaksi

- Redaktur

Selasa, 7 April 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor DPRD Batam ( dok.kumparan)

Kantor DPRD Batam ( dok.kumparan)

Harian Memo Kepri | Batam — DPRD Kota Batam menolak kebijakan Pemko Batam untuk melaksanakan karantina wilayah bukan suatu hal yang mudah.

Ketua Komisi I DPRD Kota Batam, Budi Mardiyanto, mengatakan, untuk menjalankannya diperlukan persiapan yang matang dari pemerintah dan masyarakat.

”Kalau dari ‘kacamata’ saya, ini terus terang pemerintah belum siap untuk melaksanakan yang namanya karantina wilayah,” ujarnya, Minggu (5/2020).

Menurut dia, konsekuensi atas kebijakan karantina wilayah ini harus dipersiapkan  semuanya. Bukan hanya sembako saja bagi masyarakat tidak mampu.

Sebab kata dia, jika dilakukan karantina wilayah akan berdampak kepada masyarakat secara keseluruhan.

”Kalau saya katakan orang punya uang, tetapi tidak bisa beli? Bagaimana. Sementara karantina wilayah itu betul-betul tidak boleh melakukan aktivitas hanya di rumah,” tuturnya.

Dengan adanya karantina wilayah tersebut, tentunya tidak ada perputaran ekonomi. Kemudian lanjutnya, setelah karantinawilayah selesai, Budi mempertanyakan apakah sudah terpikirkan pemerintah mau bagaimana ke depannya.

”Jadi, jangan berbicara ini kemanusiaan. Kita pikir saja sekarang selamat. Masalah ekonomi nanti akan kita tumbuhkan. Bukan bicara itu saja. Bisa-bisa nanti Batam ini jadi tidak ada. Dampak dari itu semua bukan kecil,” bebernya.

Untuk itu, ia mendukung apa yang sudah diterapkan Pemko Batam dalam mengatasi penyebaran virus corona.

Dengan melaksanakan sosial distancing dan physical distancing. Jika yang sudah dilakukan saat ini konsisten dan dilakukan, ia menilai penyebaran virus corona
bisa teratasi.

”Penanganan yang sudah ada datanya itu ditangani secara khusus. Pemerintah juga bekerja sana dengan semua stakeholder. Termasuk pengusaha,” tuturnya.

Ia menilai, karantina wilayah dan lockdown itu sama-sama tidak bisa beraktivitas di luar hanya lingkupan karantina wilayah yang lebih kecil.

Oleh karena itu, jika kebijakan ini dilaksanakan, ia tidak bisa membayangkan bagaimana dampaknya terhadap perekonomian.

”Perekonomian berhenti dalam satu hari saja bagaimana dampaknya. Bagaimana kalau satu minggu dan seterusnya. Jadi kalau saya, penanganannya lebih cederung komprehensif dan sistematis,” ujarnya.

Dalam rapat koordinasi yang dilaksanakan Kamis (2/2020) lalu pihak rumah sakit menyampaikan Alat Pelindung Diri (APD) tidak ada dan tidak lengkap.

Selain itu, penanganannya menurut Budi tidak maksimal.

Sumber| batampos.co.id
Baca Juga :  Anggota DPRD Kepri Lis Darmansyah Reses di Perumahan Kenangan Jaya 6

Berita Terkait

Seluruh OPD Kepri Terima DPA APBD 2026, Ansar Targetkan RPJMD Tercapai
Rayakan Usia 20 Tahun, Korem 033 Wira Pratama Perkuat Kebersamaan dengan Rakyat
Jajaran Pejabat Polda Kepri Dirombak, Ini Daftar Pejabat Barunya
Perdana Digelar, Gubernur Kepri Resmikan Car Free Day di Gurindam XII Tanjungpinang
Wagub Kepri Serahkan E-BKP kepada Puluhan Nelayan di Karimun
Penataan Parkir Pelabuhan Taman Bunga Jadi Perhatian KPK Karimun
Kantor SAR Natuna Lakukan Kunjungan Kerja ke Kejaksaan Negeri Natuna
Ansar Ahmad Minta Warga Kepri Tetap Waspada Banjir Rob Akibat Pasang Tinggi

Berita Terkait

Selasa, 13 Januari 2026 - 14:27 WIB

Seluruh OPD Kepri Terima DPA APBD 2026, Ansar Targetkan RPJMD Tercapai

Kamis, 8 Januari 2026 - 12:36 WIB

Rayakan Usia 20 Tahun, Korem 033 Wira Pratama Perkuat Kebersamaan dengan Rakyat

Rabu, 7 Januari 2026 - 12:21 WIB

Jajaran Pejabat Polda Kepri Dirombak, Ini Daftar Pejabat Barunya

Minggu, 28 Desember 2025 - 11:37 WIB

Perdana Digelar, Gubernur Kepri Resmikan Car Free Day di Gurindam XII Tanjungpinang

Kamis, 18 Desember 2025 - 16:39 WIB

Wagub Kepri Serahkan E-BKP kepada Puluhan Nelayan di Karimun

Berita Terbaru