Harian Memo Kepri | Natuna — Bupati Natuna Drs. H. Abdul Hamid Rizal, M. Si menghadiri acara Rapat Koordinasi Pembahasan Rencana Pembangunan Infrastuktur di Provinsi Kepulauan Riau yang diselengarakan oleh Kementrian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia, Selasa (3/12).
Acara ini digelar di Ruang Rapat Lantai 2 Selatan, Kementrian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, JL. MH. Thamrin No.8 Jakarta Pusat.
Rapat dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia, Luhut Binsar Panjaitan, dan turut dihadiri oleh seluruh Kepala Daerah Kabupaten dan Kota se Kepri, Plt Gubernur Kepri Isdianto, Sekdaprov Kepri, TS Arif Fadillah, Kepala Barenlitbang, Kepala Dinas PU, Kepala Dinas Pariwisata, Asisten 2 dan Kepala Biro Pembangunan.
Dilansir dari indopolitikacom, sebanyak 25 skala prioritas masing-masing daerah di Kepri disampaikan dalam pertemuan itu. Tak kurang dari Rp25 triliun dibutuhkan dana untuk menuntaskan pembangunan di seluruh Kepri. Tiap daerah, mengusulkan skala prioritasnya masing-masing yang langsung disampaikan Isdianto di depan Luhut dan pejabat eselon satu sejumlah kementerian.
“Jika kami sendiri di lapangan tanpa bantuan pemerintah pusat pasti tak terakomodir percepatan pembangunan itu. Kami harap usulan ini diakomodir dan cepat terealisasi,” kata Isdianto membuka pembicaraan.
Di antara program yang disampaikan Isdianto antara lain pembangunan Jembatan Batam Bintan, Waduk Busung, Pembangunan Bongkar Muat di Pulau Kundur dan Penetapan atas labuh jangkar, serta program-program usulan kabupaten dan kota di wilayah Kepri.
Satu persatu kementerian merespon usulan-usulan itu. Di antaranya yang paling panjang perbincangan mengenai progres kemajuan rencana pembangunan Jembatan Batam Bintan. Isdianto dan Jumaga Nadeak termasuk mengejar perkembangan progres persoalan ini. Apalagi pembangunan Jembatan Batam Bintan termasuk yang dijanjikan Presiden Joko Widodo untuk masyarakat Kepri.
“Untuk pembangunan Jembatan Batam Bintan, kini sedang progres di (Dirjen) Bina Marga (Kementerian PUPR). Kita (akan) bentuk tim kecil untuk (program) itu,” kata Ridwan di akhir pertemuan lebih dari dua jam itu.
Semua bupati dan wakil wali kota juga mempertegas program-program yang disampaikan Isdianto. Mereka berharap apa yang disampaikan itu mendapat prioritas dari pemerintah pusat. Apalagi, muara dari semua permintaan itu adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan semakin memajukan daerah.
Perwakilan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Kementerian PUPR, Kementerian Perhubungan, Kementerian Pariwisata dan Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta Kementerian Perdagangan semua merespon usulan-usulan itu. Ada beberapa program yang akan dikonsolidasikan untuk tahun 2020 dan ada yang dibahas masuk dalam pembangunan tahun berikutnya.
Yang jelas, saat ini sedang ada pembahasan program RPJMN 2020-2024. Beberapa kementerian akan memasukkan sejumlah kegiatan dalam program itu.
Di ujung pertemuan, Isdianto yang diminta berbicara terakhir berterima kasih kepada Kemenko Maritim dan Investasi yang memfasilitasi pertemuan ini. Menurut Isdianto, pihaknya juga akan melakukan koordinasi drnhan kementerian terkait tentang program-program tersebut.
“Pertemuan ini pada akhirnya menemukan titik terang. Kami mencari solusi seperti apa yang terbaik untuk daerah kami. Tentu kami berharap semua ini terakomodir,” kata Isdianto.
Penulis | Salohot

