HARIANMEMOKEPRI.COM – Sebanyak 601 peserta dinyatakan lolos dalam pemeriksaan kesehatan tahap pertama seleksi penerimaan Bintara Polri Tahun Anggaran 2025 di Polda Kepri.
Proses seleksi yang berlangsung di Gedung Lancang Kuning Polda Kepri ini dilakukan dengan mengedepankan prinsip Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis (BETAH).
Pemeriksaan kesehatan ini dihadiri oleh Karo SDM Polda Kepri, Kombes Pol Taovik Ibnu Subarkah, Kabiddokkes Polda Kepri drg. Muhammad Zakir, serta Kabagdalpers Ro SDM Polda Kepri AKBP Riky Iswoyo.
Selain itu, turut hadir tim pemeriksa dari Biddokkes Polda Kepri, pengawas internal dari Itwasda dan Bidpropam Polda Kepri, serta pengawas eksternal dari LSM IKA ADONARA Kota Batam.
Dari 788 peserta yang terdaftar, sebanyak 785 peserta hadir mengikuti pemeriksaan kesehatan, sementara 3 peserta mengundurkan diri. Pemeriksaan kesehatan tahap pertama ini mencakup berbagai aspek, di antaranya:
Pengukuran tinggi dan berat badan
Pemeriksaan mata (visus)
Pemeriksaan Telinga, Hidung, dan Tenggorokan (THT)
Pemeriksaan gigi
Pemeriksaan tekanan darah
Pemeriksaan fisik luar
Hasil seleksi menunjukkan bahwa 601 peserta dinyatakan Memenuhi Syarat (MS) untuk melanjutkan ke tahap berikutnya, sementara 187 peserta lainnya Tidak Memenuhi Syarat (TMS).
Kabidhumas Polda Kepri Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad menegaskan bahwa seluruh tahapan seleksi dilakukan secara objektif dan transparan.
Dengan adanya pengawasan dari berbagai pihak, diharapkan rekrutmen ini dapat menghasilkan calon anggota Polri yang berkualitas dan berintegritas.
Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin, juga menekankan bahwa penerimaan anggota Polri Gratis dan tidak dipungut biaya dalam bentuk apa pun.
Jika ada yang meminta uang atau menjanjikan kelulusan, masyarakat diminta segera melaporkan karena hal tersebut merupakan pelanggaran serius.
“Penerimaan Bintara Polri tidak ada calo, semuanya gratis. Jangan ada yang coba-coba bermain dengan calo, karena kami akan tindak tegas!” tegas Kapolda Kepri.

