Jo a den tampuah galanggang rami

(Dengan apa ditempuh tempat yang ramai)

Mangko den duduak balangang – langang

(Maka saya duduk bersantai santai)

Jatuah badarai si aia mato

(Jatuh menetes air mata)

Barakik-rakik kito ka hulu

(Berakit rakit kita ke hulu)

Baca Juga: Mahfud MD dan Yasonna Laoly Bertemu Eks MAHID di Belanda Bahas Pelanggaran HAM Serta

Baranang-ranang yo ka tapian

(Bersenang senang di tepian)

Bia basakik kito dahulu, sayang

(Biar sakit kita dahulu sayang)

Asa lai sanang yo kamudian

(Asalkan senang di kemudian). 

Baca Juga: Malam Puncak Festival Kopi Merdeka, Joko Yuhono Terima Penghargaan Dari Gubernur Kepri Hingga Bersulang Kopi

Bada kariang parancah paku

(Sungai kering paku perencah)

Paku digulai anak Rang Lolong

(Paku digulai anak lolong)

Baca Juga: Pembukaan Tanjungpinang Fest KEN 2023, Oneng Setya Harini Berharap Event Diperbanyak Gandeng Pelaku UMKM

Bia lah kariang banda di hulu, sayang

(Biarlah kering sungai di hulu sayang)

Ka bakeh hujan den mintak

(Kepada hujan ku meminta)

O risaulai …
O risaulai …

Baca Juga: Peringatan 34 Tahun AKABRI 89 dan HUT TNI AL, Koarmada I Tanjungpinang Berikan Sembako Serta Layanan Kesehatan

Pada menit 2:20 Dayu Koto sang Rapper Minang mulai aksinya di pertengahan lagu yang dinyanyikan Eno Viola. Dan tercipta satu kolaborasi sehingga lagu Risaulai enak didengar di waktu santai maupun saat bekerja.

Dalam Lagu Minang Risaulai terdapat bahasa pepatah yang sering didengar “Barakik-rakik kito ka hulu Baranang-ranang yo ka tapian, Bia basakik kito dahulu asa lai sanang yo kamudian”