HARIANMEMOKEPRI.COM — Ada satu film Indonesia yang menceritakan kehidupan wanita malam yakni Film Open BO
Kata Open BO sendiri selalu di anggap sebelah mata oleh masyarakat karena memiliki dampak negatif dimana laki-laki hidung belang selalu mencari teman wanita malam.
Meski begitu, Film Open BO ini ternyata memiliki nilai positif yang bisa dipetik penontonnya. Apa saja? Berikut informasinya untuk kamu.
Baca Juga: Satu Hari Puasa Ramadhan, Masyarakat Tanjungpinang Padati Bazar Ramadhan
3 Nilai Positif yang bisa diambil dari Film Open BO yaitu :
1. Arti Kehidupan
Nilai Positif Film Open BO pertama adalah mengangkat sebuah isu prostitusi yang dibalut dengan komedi dan drama menjadikan serial Film Open BO menjadi sebuah tontonan yang unik.
Meskipun bertema dewasa serial Film Open BO justru memberikan sudut pandang yang lain kepada para penonton.
Baca Juga: Perwakilan Fifa Inspeksi Enam Venue Piala Dunia U20 Indonesia
Serial garapan Reka Wijaya ini memberikan kisah kehidupan sehari – hari dari wanita penghibur.
Meskipun sering dipandang rendah di dalam masyarakat, dalam serial ini para penonton akan disajikan sebuah arti kehidupan yang coba diperjuangkan oleh mereka.
2. Perjuangan Dan Tanggung Jawab
Sosok Ambar yang diperankan oleh Wulan Guritno digambarkan sebagai seorang single parent.
Baca Juga: FIFA Matchday Indonesia dan Burundi, PSSI Siapkan Tiket Pertandingan Selama Dua Kali
Dirinya harus berjuang untuk menghidupi putri kesayangannya meskipun dirinya tahu tindakannya itu keliru.
Kegigihan dan semangatnya untuk menempuh jalan berduri sembari berusaha untuk menjadi pribadi yang lebih baik menjadi salah satu pelajaran penting yang bisa diambil dalam serial ini.
Baca Juga: Pakaian Muslimah Fashionable Ada 5 Yang Lagi Trend Hingga Lebaran Idul Fitri, Ini Dia Selengkapnya
3. Menghargai Manusia
Selain Ambar, sosok Jaka juga enggak kalah menginspiratif. Jaka menjadi pelanggan setia dan nomor satu bagi Ambar bahkan melebihi para pejabat langganannya.
Sifat mengasihi yang tulus ditunjukan oleh sosok Jaka untuk Ambar sangat menyentuh semua penonton. Terlebih lagi hanya Jaka seorang yang memperlakukan Ambar sebagai manusia bukannya sebagai penghibur semata.***

