HARIANMEMOKEPRI.COM – Perum Bulog mencatat stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di wilayah kerja Cabang Tanjungpinang mencapai 1.631 ton per Jumat, 9 Oktober 2026.

Stok tersebut tersebar di tiga gudang yang berada di Kota Tanjungpinang, Kabupaten Lingga, dan Kabupaten Kepulauan Anambas.

Kepala Cabang Perum Bulog Cabang Tanjungpinang, Arief Alhadihaq, menyampaikan bahwa berdasarkan laporan stok per 9 Oktober 2026 pukul 08.06 WIB, persediaan beras pemerintah tercatat sebanyak 1.631.365 kilogram.

Rinciannya, sebanyak 1.071.879 kilogram tersimpan di Gudang Bulog Melayu Kota Piring I, Tanjungpinang.

Kemudian, 300.471 kilogram berada di Gudang Bulog Sungai Besar, Kabupaten Lingga, serta 259.015 kilogram di Gudang Bulog Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas.

“Untuk CBP di wilayah Kota Tanjungpinang, Kabupaten Lingga, dan Kabupaten Anambas itu sekitar 1.631 ton,” ujar Arief Alhadihaq, Jumat (9/10/2026)

Selain beras, Bulog Cabang Tanjungpinang juga mencatat persediaan minyak goreng sebanyak 168.254 liter tersimpan di Gudang Bulog Melayu Kota Piring I, Tanjungpinang.

Data tersebut menunjukkan ketersediaan stok pangan yang dikelola Bulog Cabang Tanjungpinang untuk wilayah kerjanya hingga awal Oktober 2026.

Sementara itu, secara nasional, Perum Bulog mencatat realisasi pengadaan beras mencapai 4,11 juta ton setara beras hingga 8 Oktober 2026. Jumlah tersebut setara 102,88 persen dari target pemerintah sebesar 4 juta ton.

Capaian ini menjadi realisasi pengadaan beras tertinggi sepanjang sejarah Bulog, melampaui perolehan tahun 2025 yang mencapai 3,19 juta ton dan rekor sebelumnya pada 2012 sebesar 3,65 juta ton.

Direktur Utama Perum Bulog, Letnan Jenderal TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani, mengapresiasi dukungan berbagai pihak yang turut mendorong pencapaian pengadaan beras nasional tersebut.

Menurutnya, dukungan pemerintah, petani, penyuluh pertanian, TNI, pemerintah daerah, serta mitra kerja menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem pangan nasional.

Ia berharap capaian tersebut dapat mendorong Bulog untuk terus memberikan manfaat bagi petani, menjaga ketersediaan pangan masyarakat, serta memperkuat ketahanan pangan Indonesia.

Bulog juga berkomitmen melanjutkan penyerapan beras hingga akhir 2026 melalui penguatan operasional dan kolaborasi dengan berbagai pihak.

Langkah tersebut diharapkan mampu mendukung terwujudnya swasembada pangan berkelanjutan sekaligus menjaga ketersediaan Cadangan Beras Pemerintah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.