Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Batam tercatat mencapai 7,28 persen. Capaian tersebut menjadi salah satu faktor yang memperkuat optimisme terhadap pengembangan proyek industri berbasis energi terbarukan.
“Kami juga yakin PSN Wiraraja ini akan komplementer dengan PSN lainnya, yaitu Rempang Eco City yang dikembangkan di Batam,” kata Amsakar.
Ia menegaskan, BP Batam akan terus mendorong kemudahan berusaha, meningkatkan kualitas pelayanan perizinan, serta mempercepat realisasi proyek strategis guna memperkuat daya saing investasi di Batam.
Sementara itu, Presiden Direktur PT Galang Bumi Industri, Akhmad Ma’ruf Maulana, menyampaikan bahwa pembangunan tahap pertama PSN Wiraraja akan dilakukan di atas lahan seluas 150 hektare di Pulau Galang.
Pengembangan kawasan tersebut diproyeksikan menyerap hingga ribuan tenaga kerja. Kawasan industri itu nantinya akan terintegrasi dengan ekosistem industri bernilai tambah, termasuk hilirisasi pasir silika dan pengembangan industri semikonduktor.
Menurut Ma’ruf, proyek tersebut diharapkan dapat mendorong hilirisasi sumber daya alam sekaligus memperkuat industri teknologi tinggi di Indonesia.
“Proyek PSN di Galang ini sudah bisa terealisasi dan dibangun di awal tahun 2027. Harapan kami, BP Batam dapat terus mendukung kerja sama ini agar proses pembangunan berjalan sesuai dengan rencana,” ujarnya.
Sebagai bagian dari komitmen pengembangan kawasan, PT Galang Bumi Industri juga berencana membangun infrastruktur pendukung, termasuk jalan yang nantinya akan dihibahkan kepada BP Batam.

