“Keberadaan PLTU Tanjung Sauh didukung oleh lokasi yang strategis dan terintegrasi dengan sistem kelistrikan yang telah ada, sehingga mampu saling melengkapi dengan PLTU Tanjung Kasam,” ujar Johanes.

Ia juga mengapresiasi dukungan BP Batam dalam mempercepat pengembangan KEK Tanjung Sauh sebagai kawasan industri baru sekaligus hub energi dan logistik diharapkan mampu meningkatkan daya saing Batam di tingkat regional.

Sementara itu, Direktur Utama PT PLN Batam, Kwin Fo, menilai kehadiran pembangkit listrik di Tanjung Sauh akan menjadi tambahan pasokan energi yang sangat penting di tengah meningkatnya kebutuhan listrik akibat pertumbuhan investasi, industri, dan sektor rumah tangga.

“Pertumbuhan investasi membutuhkan pasokan listrik yang semakin besar dan andal. Di sisi lain, kebutuhan listrik dari sektor industri maupun rumah tangga juga terus meningkat. Karena itu, kehadiran KEK Tanjung Sauh menjadi angin segar bagi PLN Batam dalam menjaga keandalan pasokan listrik,” katanya.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menyambut baik sinergi yang terjalin antara BP Batam, Panbil Group, dan PT PLN Batam.

Menurutnya, kolaborasi tersebut akan mempercepat pengembangan KEK Tanjung Sauh sekaligus memperkuat posisi Batam sebagai kawasan investasi yang kompetitif.

“Semoga kerja sama dan kontribusi yang kita bangun bersama ini mampu memberikan manfaat nyata bagi percepatan investasi, pertumbuhan ekonomi daerah, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Amsakar.

Dengan adanya dua nota kesepahaman tersebut, BP Batam optimistis KEK Tanjung Sauh akan berkembang sebagai kawasan industri, energi, dan logistik yang mampu menarik investasi baru serta mendorong pertumbuhan ekonomi Batam dan Kepulauan Riau secara berkelanjutan.