HARIANMEMOKEPRI.COM – Badan Pengusahaan (BP) Batam menggelar Shalat Istisqa bersama sekitar 500 warga di kawasan Waduk Nongsa, Batam, Sabtu (10/10/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk ikhtiar spiritual di tengah upaya pemulihan ketersediaan air baku di Kota Batam.
Shalat Istisqa tersebut diselenggarakan melalui Direktorat Badan Usaha SPAM dan Pengolahan Limbah BP Batam.
Ibadah berlangsung khusyuk dan dilanjutkan dengan khutbah yang disampaikan Ustadz Abu Fairuz Ahmad Ridwan
Selain sebagai bentuk doa bersama, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian terhadap ketersediaan air bersih dibutuhkan masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, mengatakan pihaknya terus melakukan berbagai langkah teknis dan strategis untuk mempercepat penanganan pasokan air, khususnya di kawasan Nongsa.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah memperkuat sistem distribusi melalui interkoneksi pipa dari Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Duriangkang ke jaringan distribusi Nongsa.
BP Batam juga memaksimalkan pengerjaan interkoneksi pipa dari Embung Kebun Raya Nongsa menuju Waduk Nongsa untuk meningkatkan pasokan air baku lokal.
“BP Batam juga memaksimalkan pengerjaan interkoneksi pipa dari Embung Kebun Raya Nongsa menuju Waduk Nongsa sebagai dukungan penambahan pasokan air baku lokal secara signifikan,” ujar Ariastuty.
Selama proses pengerjaan teknis berlangsung, BP Batam turut menyiagakan armada mobil tangki air untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.
Ariastuty menjelaskan, penanganan dilakukan secara bertahap dan terukur agar pengaturan distribusi air berjalan lancar sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.
“Upaya penanganan teknis terus dilakukan oleh BP Batam secara bertahap dan terukur agar proses pengaturan penyaluran air berjalan lancar, sehingga pasokan air bersih bagi masyarakat dipastikan dapat teraliri dengan baik,” jelasnya.
Ia menambahkan, pelaksanaan Shalat Istisqa juga menjadi ruang refleksi spiritual sekaligus mempererat hubungan antara pengelola dan masyarakat sebagai pengguna fasilitas publik.
“Melalui momentum refleksi spiritual ini, kita memohon rahmat dan kemudahan dari Tuhan Yang Maha Esa agar kondisi ketersediaan air baku di Kota Batam dapat segera pulih,” ungkap Ariastuty.
BP Batam menyatakan akan terus mengevaluasi tata kelola air dengan melibatkan berbagai pihak.
Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat sekaligus menjaga ketahanan air baku secara berkelanjutan di Kota Batam.

