Sementara Adi Raharjo yang berbadan kekar dan tegap bak peraga fitnes menanggapi bahwa ini merupakan awalnya Ia mengetahui adanya pengolahan sampah menjadi suatu produk.
Baca Juga: Kebakaran Rumah Ayam Geprek Akibat Kebocoran Tabung Gas dan Percikan Api
Dimana sebelumnya Ia berfikir belum pernah ada, tetapi setelah melihat proses pengelolahan sampah yang dilakukan.
Ia sebagai relawan melihat dan menyimpulkan adanya peluang potensi yang bisa dimanfaatkan dari ini dan produk kreatif yang dihasilkannya.
Dimana hasil produksi mesin dalang daur ulang sampah itu berupa papan dan kaso berbahan baku sampah plastik residu.
Melihat peluang potensi ekonomi kreatif yang ramah lingkungan karena produk yang dihasilkan bisa menggantikan bahan baku kayu.
Baca Juga: MV Dumai Line 9 Kandas di Perairan Anak Ayam Kabupaten Meranti, Seluruh Penumpang Selamat
Produk papan dan kaso plastik tersebut masih bisa dikembangkan untuk menjadi meja, kursi, dan berbagai macam produk yang berhubungan dengan Kayu.
Hal ini juga penting dalam pelestarian lingkungan khususnya bila dikaitkan dengan penebangan hutan dan kebersihan lingkungan yang ada di Indonesia.
Pada saat di TPA punggur saya melihat dan belajar ekonomi kreatif yaitu sampah plastik bisa di daur ulang dan menjadi papan plastik,kaso pelastik .
“Saya melihat langsung proses pembuatan papan dan kaso plastik yang terbuat dari bahan baku Sampah plastik dari masyarakat. Ya awalnya saya kira bahwa papan plastik itu di buat dari bahan baku plastik yang masih bersih,”

