Menurutnya, kelancaran angkutan tersebut penting untuk menjaga pasokan kebutuhan masyarakat, khususnya distribusi daging ayam ke Batam.

“Mereka harus diutamakan, jangan sampai suplai daging ayam ke Batam terganggu,” tegasnya.

Di sisi lain, Department Head Operasional dan Teknik Pelabuhan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Batam, Muhammad Firdaus, mengakui penumpukan penumpang masih terjadi.

Ia menjelaskan, saat ini hanya KMP Tanjung Burang dan KMP Trisakti Adinda yang melayani penumpang di kedua pelabuhan tersebut.

“Kedua kapal itu melayani tujuh trip setiap hari. Normalnya adalah 13 trip,” ujar Firdaus.

Ia menegaskan keterbatasan kuota bukan disebabkan tiket telah habis secara keseluruhan.

Menurutnya, jumlah kuota yang tersedia menyesuaikan kapasitas pelayanan karena armada yang beroperasi saat ini hanya dua kapal.

ASDP juga tengah menunggu KMP Barau yang masih menjalani docking. Kapal tersebut diharapkan dapat kembali beroperasi pada pekan depan.

“Kita doakan saja pekan depan KMP Barau sudah kembali beroperasi pasca docking,” katanya.

Selain KMP Barau, KMP Senangin sebelumnya juga sempat diperbantukan untuk melayani rute Telaga Punggur-Tanjunguban.

Namun, kapal tersebut dihentikan sementara karena mengalami kendala teknis dan kini kembali melayani rute awal menuju Dabo Singkep.

Firdaus menyebut KMP Senangin dijadwalkan kembali melayani rute Punggur-Tanjunguban pada Sabtu mendatang.

“Dijadwalkan hari Sabtu depan KMP Senangin bisa kembali layani Punggur ke Tanjunguban lagi,” pungkasnya.