“Saya melihat Anambas Foundation sudah 32 desa yang berjalan. Pertama, kami dari pemerintah daerah berterima kasih. Cuma saya belum lihat aksi nyatanya,” ujar Aneng.
Ia berharap Yayasan Anambas dapat menunjukkan hasil kegiatan yang telah dilaksanakan, terutama program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat di desa.
Aneng juga mendorong agar pemerintah daerah dan instansi terkait dilibatkan dalam pemantauan kegiatan di lapangan. Dengan demikian, perkembangan program dapat diketahui secara langsung dan pelaksanaannya bisa berjalan lebih terarah.
Menurutnya, keberhasilan sebuah kerja sama tidak hanya diukur dari kesepakatan yang dibuat atau jumlah desa yang menjadi sasaran program, tetapi juga dari hasil pelaksanaan serta manfaat yang dirasakan masyarakat.
Aneng menambahkan, apabila program yang dijalankan mampu memberikan dampak positif bagi pembangunan Kepulauan Anambas, keberhasilan tersebut berpotensi menjadi contoh bagi daerah lain.
Dialog Anambas Berkelanjutan Dorong Rencana Aksi
Setelah penandatanganan naskah kesepahaman, kegiatan dilanjutkan dengan Dialog Anambas Berkelanjutan Tahun 2026.
Forum tersebut diharapkan menjadi ruang diskusi untuk menyamakan pemahaman, menyusun rekomendasi bersama, serta merumuskan rencana aksi dan tindak lanjut yang dapat dilaksanakan.
Melalui kolaborasi pemerintah daerah dan Yayasan Anambas, berbagai program konservasi lingkungan dan pemberdayaan masyarakat diharapkan dapat berjalan lebih efektif.
Pemkab Kepulauan Anambas menegaskan pentingnya komitmen bersama yang diwujudkan melalui kerja nyata, sehingga upaya pembangunan berkelanjutan tidak hanya menjadi agenda di atas kertas, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat dan kelestarian lingkungan di Kepulauan Anambas. (Adv)

