HMK, ANAMBAS — Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Kepulauan Anambas di bawah kepemimpinan Ketua LAM Kabupaten Kepulauan Anambas, Dato’ H. Ardan, menggelar rapat konsolidasi tingkat kecamatan bersama Ketua LAM Kecamatan dan empat camat di LW Cafe/Rumah Makan Long Wardi, Payaklaman, Selasa malam (11/8/2026).

Konsolidasi tersebut menjadi langkah awal LAM Kabupaten Kepulauan Anambas dalam memperkuat peran kelembagaan di tingkat kecamatan sebagai mitra pemerintah, terutama dalam bidang adat, budaya, agama, dan kemasyarakatan.

Rapat dihadiri Camat Palmatak, Camat Siantan Tengah, Camat Kute Siantan, dan Camat Siantan Utara. Turut hadir Ketua LAM dari masing-masing kecamatan tersebut.

Saat ini, kelembagaan LAM telah terbentuk di sejumlah kecamatan. Melalui konsolidasi tersebut, penguatan organisasi menjadi salah satu agenda utama agar keberadaan LAM di tingkat kecamatan dapat menjalankan perannya secara optimal di tengah masyarakat.

Ketua LAM Kabupaten Kepulauan Anambas, Dato’ H Ardan, mengatakan konsolidasi tersebut penting untuk menyatukan langkah antara LAM Kabupaten, LAM Kecamatan, dan pemerintah kecamatan dalam menjaga kehidupan masyarakat tetap harmonis.

“LAM memiliki tanggung jawab moral untuk ikut menjaga adat, budaya dan kerukunan masyarakat. Terlebih menjelang Pilkades Serentak 2026, kita ingin pesta demokrasi di tingkat desa berjalan aman, damai dan tetap dalam suasana kekeluargaan,” ujar Dato’ H. Ardan.

Menurutnya, perbedaan pilihan dalam Pilkades merupakan hal yang wajar dalam demokrasi. Namun, perbedaan tersebut jangan sampai menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat.

“Kita mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga persaudaraan. Siapa pun yang berbeda pilihan, jangan sampai hubungan kekeluargaan dan silaturahmi menjadi renggang,” katanya.

Selain membahas Pilkades Serentak 2026 yang akan berlangsung di 22 desa, rapat juga membahas penguatan kelembagaan LAM di tingkat kecamatan serta sinergi program adat, agama, dan budaya Melayu bersama pemerintah.

Dato’ H. Ardan menegaskan LAM akan terus mendorong pelestarian nilai-nilai Melayu agar tidak hanya menjadi identitas, tetapi juga menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat.

“Kita ingin nilai-nilai Melayu seperti sopan santun, gotong royong, musyawarah dan menjaga marwah kampung tetap hidup. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama, termasuk LAM dan pemerintah,” tuturnya.

Para camat dan Ketua LAM Kecamatan yang hadir menyatakan komitmen untuk terus membangun sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas dalam melestarikan nilai-nilai Melayu sekaligus menjaga kerukunan masyarakat di wilayah masing-masing.

Konsolidasi berlangsung dalam suasana kekeluargaan. Pertemuan kemudian ditutup dengan diskusi serta makan bersama di LW Cafe/Rumah Makan Long Wardi, Payaklaman palmatak.