HARIANMEMOKEPRI.COM – Pemerintah Desa Rewak, Kecamatan Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas, menggelar pelatihan pembuatan pupuk organik dan pakan ternak yang bersumber dari anggaran Ketahanan Pangan (Ketapang) Desa Rewak tahun anggaran 2025.
Kegiatan yang menelan dana sebesar Rp142,7 juta dari APBDes ini mendapat perhatian khusus dari Bupati Kepulauan Anambas hadir langsung untuk membuka acara, Minggu (7/9/2025)
Pelatihan berlangsung di Kelompok Tani Cahaya Pagi dan diikuti enam kelompok tani serta Kelompok Wanita Tani (KWT) dengan total 30 peserta.
Materi pelatihan dibagi dua, yakni pembuatan pupuk organik yang diikuti KWT, serta pembuatan pakan ternak yang diikuti kelompok tani.
Sebagai narasumber, hadir Iswandi dari UPT Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) yang memberikan penjelasan mengenai pemilihan bahan baku, teknik pengolahan, hingga praktik langsung.
Antusiasme peserta tampak tinggi karena pelatihan dinilai bermanfaat untuk menunjang usaha pertanian dan peternakan mereka.
Dalam sambutannya, Bupati Anambas Aneng menyampaikan apresiasi atas semangat masyarakat Desa Rewak yang mau berinovasi.
Ia menegaskan pemanfaatan pupuk organik dan pakan ternak hasil olahan sendiri merupakan langkah nyata mendukung ketahanan pangan daerah sekaligus mengurangi ketergantungan pada produk pabrikan.
“Pelatihan ini sangat penting karena dapat meningkatkan kemandirian dan menekan biaya produksi. Saya berharap kelompok tani dan KWT di Desa Rewak bisa menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam mengembangkan potensi lokal,” ujar Aneng
Kepala Desa Rewak, Deva Syafutra, mewakili kelompok tani dan KWT menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian pemerintah daerah.
Ia berharap dukungan seperti ini berlanjut, tidak hanya dalam bentuk pelatihan, tetapi juga pendampingan pemasaran produk.
“Kehadiran Bapak Bupati memberikan semangat bagi kelompok tani dan KWT untuk terus berusaha dan berinovasi,” kata Deva.
Dengan adanya pelatihan ini, masyarakat Desa Rewak optimis mampu memproduksi pupuk organik dan pakan ternak secara mandiri.
Selain menekan biaya usaha tani, mereka juga berharap dapat membuka peluang usaha baru untuk meningkatkan kesejahteraan desa.

